Menu

Mode Gelap

News · 1 Nov 2025 00:54 WITA

Empat Pentolan Masyarakat Pati Bersatu Ditangkap Polisi Usai Keputusan DPRD Tak Makzulkan Bupati Sudewo


 Empat Pentolan Masyarakat Pati Bersatu Ditangkap Polisi Usai Keputusan DPRD Tak Makzulkan Bupati Sudewo Perbesar

SOALINDONESIA–PATI Empat pentolan Masyarakat Pati Bersatu (MPB) diamankan aparat Polresta Pati di dua lokasi berbeda pada Jumat malam (31/10/2025). Mereka diduga berencana membuat keonaran usai DPRD Kabupaten Pati memutuskan untuk tidak memakzulkan Bupati Sudewo dalam rapat paripurna yang digelar siang harinya.

Keempat orang tersebut masing-masing adalah Supriyono alias Botok, Teguh Istiyanto, Paijan, dan Apro. Informasi penangkapan itu dibenarkan oleh salah satu koordinator MPB, Mulyati, yang menyebut penangkapan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

“Ada empat orang yang diambil sama petugas. Barusan saya dapat kabar itu Mas Botok dan Pak Teguh dibawa aparat,” ujar Mulyati saat ditemui di Posko MPB, Jumat malam.

READ  KPK Resmi Tahan Ketua Kadin Kaltim Dayang Donna Walfiaries Tania Terkait Suap IUP

Menurut Mulyati, dua dari mereka, yakni Supriyono dan Teguh, ditangkap di Jalan Lingkar Selatan Pati, tepatnya di Desa Widorokandang, Kecamatan Pati, saat mencoba melakukan aksi penutupan Jalur Pantura.

Sementara dua lainnya, Paijan dan Apro, diamankan di Hotel 21 Pati.

“Ditangkap di (Jalur) Lingkar (Selatan) pas nutup Pantura. Kalau Mas Paijan Jawi dan Apro ditangkap di Hotel 21,” jelasnya.

Mulyati menyayangkan langkah aparat kepolisian yang menahan rekan-rekannya. Ia menegaskan bahwa massa MPB hanya ingin mengawal jalannya Rapat Paripurna Hak Angket DPRD Pati dan tidak bermaksud membuat kerusuhan.

READ  Kejagung Periksa Eks Sekretaris Nadiem Makarim di Kasus Korupsi Digitalisasi Pendidikan

“Kami tidak menciptakan suatu kerusuhan, kami hanya mencari keadilan, itu saja,” tegasnya.

Sebelumnya, ribuan massa MPB memang turun ke jalan sejak pagi untuk mengawal rapat paripurna DPRD Pati yang membahas hasil Pansus Hak Angket. Mereka mendesak dewan memakzulkan Bupati Sudewo, namun mayoritas fraksi justru memutuskan memberi rekomendasi perbaikan kinerja, bukan pemakzulan.

Polisi Benarkan Penangkapan

Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi membenarkan adanya pengamanan terhadap beberapa orang yang diduga terlibat dalam aksi setelah paripurna tersebut. Namun, ia belum menyebutkan identitas secara resmi karena masih dalam proses pemeriksaan.

READ  Sekwil PSI DKI Dukung RUU Pemilu Segera Disahkan Sebelum Tahapan Pemilu 2029 Dimulai

“Informasi dari Satgas Gakkum, ada beberapa yang diamankan. Kita masih mintai keterangan terkait keterlibatannya,” kata Jaka kepada wartawan.

“Namun demikian, nanti hasilnya akan kami sampaikan ketika sudah terang benderang terkait tindak pidananya,” imbuhnya.

Jaka menegaskan bahwa pihak kepolisian tetap menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, namun tindakan yang mengarah pada gangguan ketertiban umum akan ditindak tegas.

Hingga berita ini diturunkan, keempat pentolan MPB masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Pati. Polisi juga tengah mendalami dugaan adanya provokasi dan rencana pemblokiran jalur utama Pantura pascarapat paripurna DPRD.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Pelayanan Jadi Kunci, PT Annur Maarif Catat Peningkatan Signifikan Pendaftar Haji Khusus

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

Ketua Koperasi KIM Soroti Kenaikan Potongan Timbangan Sawit oleh PT Teguh Wira Pratama

9 Juni 2026 - 23:23 WITA

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Dua Anak Menteri Haji dan Umrah Jadi TA, Dapat Fasilitas Istimewa Hingga Haji Non Antrian

7 Juni 2026 - 15:00 WITA

Menghapus Jarak, Menghadirkan Harapan: Puskesmas Kai dan Kerja Nyata Bupati Tolikara untuk Pelosok Papua Pegunungan

7 Juni 2026 - 08:52 WITA

Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli, Transparansi Kementrian haji Dipertanyakan

6 Juni 2026 - 22:55 WITA

Trending di Nasional