Menu

Mode Gelap

News · 1 Nov 2025 01:01 WITA

KPK Periksa Terpidana Korupsi Bansos Kuncoro Wibowo di Lapas Sukamiskin, Dalami Peran Tersangka Baru Termasuk Rudy Tanoe


 KPK Periksa Terpidana Korupsi Bansos Kuncoro Wibowo di Lapas Sukamiskin, Dalami Peran Tersangka Baru Termasuk Rudy Tanoe Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa terpidana kasus korupsi bantuan sosial (bansos) Muhammad Kuncoro Wibowo di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jumat (31/10/2025). Pemeriksaan dilakukan untuk menggali keterangan terkait pengembangan kasus dugaan korupsi penyaluran bansos di Kementerian Sosial (Kemensos) yang menjerat sejumlah pihak baru, termasuk pengusaha Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo atau Rudy Tanoe.

Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan terhadap Kuncoro dilakukan guna mendalami pengetahuan dan keterkaitannya dengan para tersangka dalam perkara tersebut.

“Secara umum, nanti pasti akan didalami ya peran-peran dari pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK ini, baik tersangka perseorangan maupun tersangka korporasinya,” ujar Budi kepada wartawan.

Budi menegaskan, pemeriksaan terhadap Kuncoro merupakan bagian dari strategi KPK untuk menelusuri aliran dana dan pihak-pihak yang terlibat dalam praktik korupsi di balik distribusi bantuan sosial tersebut.

READ  KPK Tegaskan Penyelidikan Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh Tetap Berlanjut, Meski Presiden Prabowo Siap Tanggung Utang

Latar Belakang Kasus

Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara korupsi bansos Kemensos yang sebelumnya telah menjerat Kuncoro Wibowo. Dalam kasus pertama, Kuncoro—yang juga eks Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (BGR) Logistics—divonis 6 tahun penjara karena terbukti menerima suap terkait penyaluran bansos beras.

Kini, KPK kembali mengembangkan penyidikan dengan menetapkan tiga orang dan dua korporasi sebagai tersangka baru dalam perkara lanjutan tersebut.

Salah satu tersangka yang terungkap adalah Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik (DRL), Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) atau Rudy Tanoe. Penetapan status tersangka terhadap Rudy Tanoe terungkap melalui permohonan praperadilan yang diajukannya untuk membatalkan status hukum tersebut.

KPK membenarkan hal itu. Selain Rudy, KPK juga telah menetapkan mantan Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial, Edi Suharto (ES), sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

READ  Polda Metro Jaya Tangkap RAP, Penyebar Bom Molotov Dijuluki ‘Profesor R’

Empat Orang Dicegah ke Luar Negeri

Dalam rangka penyidikan, KPK juga telah mencegah empat orang bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan. Mereka yakni:

1. Edi Suharto (ES) – Mantan Staf Ahli Mensos Bidang Perubahan dan Dinamika Sosial

2. Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (BRT) – Komisaris Utama PT Dosni Roha Logistik

3. Kanisius Jerry Tengker (KJT) – Direktur Utama PT DRL periode 2018–2022

4. Herry Tho (HER) – Direktur Operasional PT DRL periode 2021–2024

Langkah pencegahan itu dilakukan agar para pihak tidak melarikan diri atau menghilangkan barang bukti selama proses penyidikan berlangsung.

Kerugian Negara Capai Rp 200 Miliar

READ  KPK: Hampir 400 Travel Diduga Setor ke Oknum Kemenag untuk Kuota Haji Khusus

Berdasarkan hasil audit sementara, kerugian negara akibat praktik korupsi ini mencapai sekitar Rp 200 miliar. Kasus ini disebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam penunjukan perusahaan jasa logistik untuk mendistribusikan bantuan sosial beras kepada keluarga penerima manfaat.

KPK mulai membuka penyidikan pengembangan kasus tersebut sejak Agustus 2025, namun belum memerinci secara detail modus operandi maupun pembagian peran masing-masing tersangka.

“Penyidik masih bekerja mengumpulkan bukti dan menelusuri keterlibatan pihak lain. Setelah cukup bukti, tentu akan kami sampaikan secara resmi kepada publik,” ujar Budi menegaskan.

Kuncoro saat ini masih menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin, Bandung, dan disebut siap bekerja sama dengan penyidik dalam mengungkap keterlibatan pihak lain dalam skandal bansos yang merugikan keuangan negara tersebut.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News