Menu

Mode Gelap

News · 4 Nov 2025 00:44 WITA

BSKAP Pastikan Pelaksanaan TKA 2025 Berjalan Lancar, Sanksi Tegas bagi Peserta yang Langgar Aturan


 BSKAP Pastikan Pelaksanaan TKA 2025 Berjalan Lancar, Sanksi Tegas bagi Peserta yang Langgar Aturan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2025 di seluruh daerah dilaporkan berjalan lancar dan tertib. Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen, Toni Toharuddin, dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (3/11/2025).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyukseskan pelaksanaan TKA tahun 2025 hari pertama,” tutur Toni.

Menurut Toni, pelaksanaan hari pertama TKA berlangsung dengan baik di berbagai wilayah, berkat kerja sama antara dinas pendidikan provinsi, kantor wilayah Kementerian Agama, serta panitia pengawas ujian di lapangan.

Tindakan Tegas atas Pelanggaran Live Streaming

Toni turut menanggapi beredarnya video peserta yang melakukan siaran langsung (live) saat pelaksanaan TKA di media sosial. Ia menegaskan, tindakan tersebut telah ditangani langsung oleh pengawas di lokasi ujian dan tengah ditindaklanjuti oleh Kemendikdasmen.

READ  Free or Low-Cost Health Coverage Helps Kids Get in the Game

“Terima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan dugaan pelanggaran berupa siaran langsung pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di media sosial,” kata Toni.

Kemendikdasmen, lanjutnya, saat ini sedang berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi, kantor wilayah Kemenag, serta tim pelaksana dan pengawas ujian untuk menindaklanjuti laporan tersebut.

Toni menegaskan bahwa ketentuan terkait larangan penggunaan gawai selama ujian sudah diatur secara jelas dalam Keputusan Mendikdasmen Nomor 95 Tahun 2025 tentang pedoman penyelenggaraan TKA.

“Peserta tidak diperbolehkan membawa atau menggunakan gawai selama ujian berlangsung. Apabila terbukti melakukan pelanggaran, peserta dapat dikenai sanksi berupa pembatalan hasil TKA sesuai dengan tata tertib pelaksanaan,” tegasnya.

Soal Ujian Berbeda Tiap Wilayah

READ  Dua Guru Luwu Utara Terima Surat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo, Air Mata Haru Iringi Pemulihan Nama Baik

Menanggapi kekhawatiran sejumlah peserta mengenai kemungkinan kebocoran soal akibat beredarnya rekaman video, Toni memastikan bahwa setiap sesi dan wilayah memiliki variasi soal yang berbeda, sehingga tidak ada peserta yang diuntungkan.

“Kami pastikan tidak ada peserta yang diuntungkan karena setiap wilayah dan sesi ujian memiliki variasi soal yang berbeda,” ujarnya.

Dengan demikian, integritas dan keadilan pelaksanaan TKA tetap terjaga di seluruh Indonesia.

Komitmen Menjaga Integritas dan Transparansi

Toni menegaskan bahwa Kemendikdasmen berkomitmen menjaga integritas dan kejujuran akademik dalam setiap pelaksanaan TKA. Pihaknya juga mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti ujian.

Sebagai langkah pengawasan tambahan, Kemendikdasmen membuka posko pemantauan pelaksanaan TKA secara daring untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan panitia pelaksana di seluruh wilayah.

READ  Mensos Gus Ipul Siapkan Skema Hilirisasi bagi Lulusan Sekolah Rakyat: Bisa Langsung Kerja atau Kuliah

“Kami melakukan pemantauan langsung, baik secara daring maupun luring, agar pelaksanaan TKA di berbagai daerah berjalan sesuai prosedur,” kata Toni.

BSKAP juga memastikan akan terus melakukan evaluasi menyeluruh untuk memperkuat sistem pengawasan dan menutup peluang pelanggaran selama proses ujian berlangsung.

Latar Belakang TKA 2025

TKA merupakan bagian dari rangkaian asesmen nasional dan seleksi akademik yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia mulai awal November 2025. Tes ini diikuti oleh siswa dari berbagai jenjang pendidikan sebagai bagian dari evaluasi kemampuan kognitif, literasi, dan numerasi sesuai standar pendidikan nasional.

Dengan hasil TKA, pemerintah diharapkan dapat memperoleh gambaran objektif tentang kualitas pembelajaran di setiap daerah dan menyusun kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News