Menu

Mode Gelap

News · 7 Nov 2025 17:23 WITA

Mahfud MD Datangi Istana, Dikabarkan Akan Dilantik Jadi Anggota Komite Reformasi Polri


 Mahfud MD Datangi Istana, Dikabarkan Akan Dilantik Jadi Anggota Komite Reformasi Polri Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD terlihat mendatangi Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (7/11/2025) sore. Kehadiran Mahfud memicu perhatian publik karena ia disebut-sebut akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Komite Reformasi Polri.

Pantauan di lokasi menunjukkan Mahfud tiba di Istana sekitar pukul 15.20 WIB dengan mengenakan setelan jas hitam dan dasi berwarna biru muda. Ia tampak tenang ketika sejumlah awak media mencoba meminta keterangan terkait kehadirannya.

“Saya hanya diminta datang ke Istana oleh Presiden, tapi tidak diberi tahu untuk apa. Tadi malam saya ditelepon, disuruh pakai jas, ya saya datang saja,” ujar Mahfud singkat di halaman Istana.

Meski belum memastikan jabatan yang akan diembannya, Mahfud mengakui bahwa dirinya sempat mendengar kabar mengenai rencana penunjukan sebagai bagian dari Komite Reformasi Polri.

READ  Tito Karnavian: Tugas Saya Kini Lebih Ringan Usai Miliki Tiga Wakil Menteri

“Sudah ada informasi sekitar 40 hari lalu, tapi saya tidak tahu posisinya di mana,” katanya.

Sembilan Tokoh Akan Masuk Komite Reformasi Polri

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Otto Hasibuan, membenarkan bahwa dirinya akan turut dilantik sebagai anggota Komite Reformasi Polri. Otto menyebut tim tersebut akan beranggotakan sembilan orang tokoh dari berbagai latar belakang.

“Ya, saya diminta menjadi bagian dari Tim Reformasi Polri ini. Katanya ada sembilan orang, tapi detailnya kita belum tahu,” kata Otto di Istana Kepresidenan.

Otto menuturkan, selain dirinya, sejumlah pejabat dan tokoh hukum nasional juga dipastikan masuk dalam komite tersebut. Antara lain Menko Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, serta Menteri Hukum Supratman Andi Agtas.

READ  Jakarta Jadi Provinsi Pertama di Indonesia dengan Pos Bantuan Hukum di Setiap Kelurahan

“Yang saya tahu, ada Pak Yusril dan Pak Supratman. Mungkin juga akan ada beberapa mantan Kapolri dan tokoh hukum seperti Pak Mahfud MD,” tambahnya.

Menurut Otto, pembentukan komite ini merupakan inisiatif Presiden Prabowo untuk mempercepat proses reformasi kelembagaan dan kinerja kepolisian, dengan melibatkan berbagai pihak dari unsur pemerintahan, mantan Kapolri, hingga akademisi.

“Presiden sudah pernah menyampaikan bahwa tim ini akan terdiri dari unsur mantan Kapolri dan tokoh hukum. Nah, Pak Mahfud termasuk yang diminta bergabung,” jelas Otto.

Pejabat dan Tokoh Nasional Hadir di Istana

Selain Mahfud dan Otto, beberapa pejabat tinggi juga terlihat hadir di Kompleks Istana Kepresidenan sore ini. Mereka di antaranya Menteri Dalam Negeri sekaligus mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian, Menko Hukum Yusril Ihza Mahendra, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, mantan Kapolri Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian, Ahmad Dofiri.

READ  Prabowo Gelar Rapat Tertutup di Istana, DPR Sepakat Cabut Tunjangan Berlebih dan Pecat Anggota yang Picu Amarah Publik

Turut hadir pula Pakar Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie, yang juga dikabarkan masuk dalam jajaran komite tersebut. Seluruh pejabat dan tamu undangan tampak mengenakan setelan jas resmi dengan dasi biru, menandakan suasana formal pelantikan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Istana terkait daftar lengkap anggota Komite Reformasi Polri maupun struktur kepengurusannya. Namun, langkah Presiden Prabowo ini diyakini sebagai bagian dari agenda besar reformasi institusi kepolisian yang telah ia sampaikan sejak masa kampanye.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News