Menu

Mode Gelap

Kriminal · 30 Nov 2025 16:47 WITA

Polda NTB Resmi Pecat Ipda Aris Chandra Widianto, Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi


 Polda NTB Resmi Pecat Ipda Aris Chandra Widianto, Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir Nurhadi Perbesar

SOALINDONESIA–MATARAM Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada Inspektur Polisi Dua I Gde Aris Chandra Widianto. Ia merupakan salah satu terdakwa dalam kasus dugaan pembunuhan terhadap Brigadir Muhammad Nurhadi yang kini memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri Mataram.

“Untuk Ipda Aris, sudah dipecat. Kemarin sudah di-PTDH dalam upacara di Polda NTB,” ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat di Mataram, Minggu (30/11/2025).

Syarif menjelaskan bahwa sebelum diberi sanksi pemecatan, Ipda Aris telah menjalani proses etik karena dinilai melanggar ketentuan sebagai anggota Polri. Ia kemudian mengajukan banding, namun upayanya ditolak sehingga statusnya kini bukan lagi anggota kepolisian.

READ  Sejumlah Minimarket di Sibolga Dijarah, Polisi Tangkap 16 Pelaku

“Bandingnya ditolak dan Aris kini bukan lagi anggota Polri,” tegasnya.

Kompol Yogi Masih Ajukan Banding Etik

Sementara itu, terdakwa lain dalam kasus yang sama, Kompol I Made Yogi Purusa Utama, masih menjalani proses banding atas sanksi etik yang dijatuhkan. Mengingat status Yogi sebagai perwira menengah, penanganan hukuman etik dilakukan oleh Divisi Propam Mabes Polri

“Informasinya sekarang masih disiapkan perangkat bandingnya di Propam Mabes Polri,” kata Syarif, dikutip dari Antara.

Kasus Berawal dari Kematian Janggal Brigadir Nurhadi

Ipda Aris dan Kompol Yogi sebelumnya berdinas bersama almarhum Brigadir Muhammad Nurhadi di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTB. Kasus ini mencuat terkait kejadian saat mereka pergi bersama dua perempuan ke Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara.

READ  Dua Polisi di Pekalongan Dilaporkan Tipu Pengusaha Rp3,5 Miliar dengan Modus Loloskan Anak ke Akpol

Brigadir Nurhadi ditemukan tewas setelah diduga tenggelam di kolam kecil dalam area penginapan yang ditempati Yogi bersama Misri Puspita Sari—yang hingga kini masih berstatus tersangka.

Keluarga Brigadir Nurhadi melapor ke polisi setelah menemukan kejanggalan dalam tubuh almarhum, termasuk adanya luka lebam, sobek, dan cedera mencurigakan. Temuan forensik memperkuat dugaan kekerasan.

Dari pemeriksaan forensik, terungkap tulang pangkal lidah (hyoid bone) Brigadir Nurhadi patah, sebuah kondisi yang kerap muncul pada kasus kekerasan atau pembekapan. Cedera fatal tersebut diduga kuat menjadi penyebab kematian korban.

Persidangan Masuk Tahap Pembuktian

Kasus ini kini memasuki babak baru. Persidangan di Pengadilan Negeri Mataram dijadwalkan memasuki tahap pembuktian dengan agenda pemeriksaan saksi pada Senin (1/12).

READ  Banjir Terjang Belasan Rumah di Kampung Sindang Resmi, Kota Bogor, Akibat Longsor Turap dan Saluran Tertutup

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Aris Chandra dan Yogi diduga sebagai pelaku penganiayaan berat dan/atau pembunuhan terhadap Brigadir Nurhadi.

Jaksa menyatakan para terdakwa diduga melanggar beberapa pasal, yakni:

Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan

Pasal 354 ayat (2) KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian

Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa

Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP terkait perbuatan bersama

Persidangan lanjutan akan menjadi penentu arah perkara yang sejak awal menyita perhatian publik, khususnya karena melibatkan aparat internal Polri.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional