Menu

Mode Gelap

News · 23 Des 2025 14:39 WITA

KPK Ungkap Jejak Komunikasi Terhapus dalam Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara


 KPK Ungkap Jejak Komunikasi Terhapus dalam Kasus Bupati Bekasi Ade Kuswara Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan penghapusan jejak komunikasi dalam perkara dugaan suap yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif, Ade Kuswara Kunang (ADK). Temuan tersebut diperoleh penyidik setelah menyita sejumlah barang bukti elektronik saat penggeledahan di kompleks Pemerintahan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penggeledahan dilakukan pada 22 Desember 2025. Dari lokasi tersebut, penyidik menyita lima barang bukti elektronik, termasuk beberapa unit telepon seluler.

“Dalam barang bukti elektronik yang disita, di antaranya handphone, penyidik menemukan beberapa percakapan yang sudah dihapus,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/12/2025).

READ  Bupati Sidrap Gandeng PLN, 6.300 Titik Listrik Sawah Siap Dongkrak Produksi Pangan

Menurut Budi, temuan tersebut kini tengah didalami oleh penyidik untuk menelusuri dugaan adanya upaya menghilangkan barang bukti yang berkaitan dengan perkara suap proyek di Kabupaten Bekasi. KPK akan mendalami waktu penghapusan, pihak-pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut, serta relevansinya dengan konstruksi perkara.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada 18 Desember 2025. Dalam OTT kesepuluh sepanjang tahun 2025 itu, KPK mengamankan sepuluh orang di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sehari kemudian, pada 19 Desember 2025, KPK membawa tujuh dari sepuluh orang yang diamankan ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif. Dua di antaranya adalah Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang dan ayahnya, HM Kunang.

READ  Kericuhan di Depan Polda DIY, Puluhan Pelaku Ditangkap Termasuk Pelajar

Pada hari yang sama, KPK juga mengumumkan penyitaan uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga berkaitan dengan praktik suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Selanjutnya, pada 20 Desember 2025, KPK resmi menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah Ade Kuswara Kunang (ADK), HM Kunang (HMK) yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, serta seorang pihak swasta bernama Sarjan (SRJ).

KPK menyatakan Ade Kuswara dan HM Kunang diduga berperan sebagai penerima suap, sementara Sarjan ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap. Hingga kini, penyidikan masih terus berlangsung, termasuk pendalaman terhadap aliran dana dan dugaan penghilangan barang bukti elektronik.

READ  Dirut Pertamina: Penggabungan Tiga Anak Usaha Ditargetkan Rampung Akhir 2025
Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News