Menu

Mode Gelap

News · 10 Jan 2026 11:10 WITA

Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT


 Kejati Sulsel Tangkap Jaksa Gadungan dan Oknum PPPK BPBPK dalam OTT Perbesar

Soalindonesia–Makassar – Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) menangkap seorang jaksa gadungan berinisial AM alias Pung bersama seorang PPPK Paruh Waktu Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Sulawesi Selatan (BPBPK Sulsel) berinisial R dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Jumat, 9 Januari 2026.

Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat terkait dugaan praktik penipuan oleh oknum yang mengatasnamakan jaksa Kejati Sulsel dan menjanjikan kemudahan pengurusan perkara hukum hingga kelulusan sebagai CPNS.

Modus Mengaku Jaksa Aktif

Kasus ini bermula pada Mei 2025, pascakonferensi pers dugaan korupsi perjalanan dinas fiktif periode 2022–2023 di Balai Penyediaan Perumahan Sulawesi III. Saat itu, AM bersama R mendatangi rumah korban berinisial IS di Jalan Andi Djemma, Makassar.

READ  Lagu “17 Agustus” Karya Husein Mutahar, Simbol Perjuangan yang Tetap Membakar Semangat Kemerdekaan

R meyakinkan korban bahwa AM merupakan jaksa aktif Kejati Sulsel yang memiliki kewenangan menghentikan penanganan perkara korupsi yang sedang ditangani Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sulsel. Atas klaim tersebut, pelaku meminta imbalan sebesar Rp 45 juta, yang dibayarkan secara bertahap melalui transfer bank dan tunai.

Tak berhenti di situ, pelaku juga meminta korban mengaburkan harta kekayaan dengan cara memindahkan dana ke rekening AM serta melakukan penarikan tunai, dengan dalih untuk menghambat proses penyidikan. AM bahkan sempat menghubungi sejumlah pihak melalui aplikasi WhatsApp terkait perkara yang masih dalam tahap penyidikan oleh Tim Pidsus Kejati Sulsel.

READ  Ribuan Jamaah Padati Maulid Akbar dan Khaul Khalwatiyah Samman di Maros, Menteri Agama Sampaikan Pesan Kebersamaan

Janjikan Lulus CPNS, Korban Rugi Rp 170 Juta

Selain mengurus perkara, AM juga menawarkan jasa kepada IB, anak dari IS, dengan janji dapat meluluskan sebagai CPNS Kejaksaan RI formasi Jaksa. Untuk meyakinkan korban, AM meminta uang secara bertahap sejak Juni hingga Oktober 2025 dengan total mencapai Rp 170 juta.

Pelaku juga memungut sejumlah biaya tambahan, di antaranya Rp 5 juta untuk pembuatan seragam dinas, Rp 5 juta untuk tiket pesawat dan akomodasi hotel ke Jakarta, serta Rp 10 juta uang kedukaan dengan dalih anak pelaku meninggal dunia.

Dijerat Pasal Obstruction of Justice

Atas perbuatannya, AM dan R diduga melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, terkait tindakan menghalangi proses penyidikan (obstruction of justice).

READ  Wamen Haji dan Umrah: Haji Mandiri Ternyata Haji dengan Visa Mujamalah, Tak Memakan Kuota Nasional

Saat ini, kedua terduga pelaku telah diamankan di Kejati Sulsel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Imbauan Kejati Sulsel

Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan, mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak mana pun yang menjanjikan kemudahan pengurusan perkara atau kelulusan menjadi PNS/PPPK, terlebih jika disertai permintaan sejumlah uang.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu waspada terhadap oknum, baik internal maupun eksternal Kejaksaan, yang mengatasnamakan institusi dan menjanjikan sesuatu dengan imbalan tertentu,” tegas Didik.

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional