Menu

Mode Gelap

Nasional · 1 Mei 2026 16:22 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H. Gaungkan Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar di Hadapan Mahasiswa Indonesia di Kairo


 Dr. H. Bunyamin M. Yapid, Lc., M.H. Gaungkan Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar di Hadapan Mahasiswa Indonesia di Kairo Perbesar

SoalIndonesia—Kairo – Ratusan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Kairo mengikuti seminar dan forum group discussion (FGD) yang mengangkat pemikiran Prof. Nasaruddin Umar. Kegiatan ini digelar di Baruga KKS, Kairo, dan dihadiri oleh Ketua PPMI, jajaran pengurus, serta para ketua kerukunan daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Forum tersebut dipimpin oleh tenaga ahli Menteri Agama bidang kerja sama luar negeri sekaligus pembina komunitas Nasaruddin Umar Official, yang secara khusus memaparkan dan mengelaborasi gagasan-gagasan besar Prof. Nasaruddin Umar di hadapan mahasiswa Indonesia di Timur Tengah.

Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa pemikiran Prof. Nasaruddin Umar memiliki nilai strategis, namun kerap disalahpahami oleh publik. “Gagasan beliau itu sangat baik, tetapi ibarat pesawat, landasan pendaratannya belum sepenuhnya siap. Akibatnya, sering terjadi salah tafsir, bahkan dipolitisasi dan dibingkai secara negatif,” ujarnya.

READ  Pemerintah dan DPR Sepakati Biaya Haji 2026 Sebesar Rp54,19 Juta per Jamaah, Turun Rp2 Juta dari Tahun Lalu

Beberapa isu yang menjadi sorotan dalam diskusi antara lain pengelolaan dana umat, dana masjid, hingga konsep distribusi hewan kurban. Ia menjelaskan bahwa gagasan tersebut bukan untuk mengambil alih dana umat, melainkan untuk menata pengelolaan agar lebih efektif, transparan, dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Sering kali masyarakat memahami secara sepotong-sepotong. Padahal yang ingin dibangun adalah sistem yang lebih baik, berbasis asas kemanfaatan dan keadilan,” lanjutnya.

Ia juga mencontohkan praktik di sejumlah negara seperti Arab Saudi, di mana regulasi negara berperan aktif dalam menegakkan nilai-nilai keagamaan, termasuk kewajiban menutup toko saat waktu salat. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa implementasi gagasan keagamaan akan lebih optimal jika didukung kebijakan negara.

READ  Tak Berpaling, Keluarga H. Nurdin Khalid Kembali Percayakan Umrah Bersama PT Annur Maarif

Pemilihan Kairo sebagai lokasi forum dinilai strategis, mengingat kota tersebut merupakan salah satu pusat studi Islam dunia. Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah dianggap memiliki kapasitas intelektual untuk memahami gagasan-gagasan progresif dan kontekstual yang ditawarkan.

“Mahasiswa di sini relatif lebih siap memahami pemikiran yang mungkin melampaui zamannya. Apa yang hari ini ditolak, bisa jadi akan menjadi kebutuhan di masa depan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga disinggung praktik pengelolaan kurban di negara-negara Eropa, di mana distribusi hewan kurban dilakukan melalui lembaga terpercaya untuk menjangkau wilayah yang lebih membutuhkan, bahkan lintas negara. Model ini dinilai sebagai salah satu contoh implementasi asas kemanfaatan yang lebih luas.

READ  Wagub Bali Pastikan DPRD Tetap Dapat Tunjangan, Besarannya Dievaluasi Sesuai Kemampuan Daerah

Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab yang berlangsung dinamis. Para mahasiswa menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap upaya kontekstualisasi ajaran Islam dalam menjawab tantangan zaman modern.

Forum ini diharapkan menjadi ruang intelektual yang mampu menjembatani pemikiran besar dengan pemahaman publik, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, terbuka, dan mampu menerjemahkan gagasan ke dalam kebijakan nyata demi kemaslahatan umat.

Artikel ini telah dibaca 36 kali

Baca Lainnya

Jumhur Hidayat Apresiasi Prabowo, Harap Persatuan Buruh Wujudkan Aspirasi Pekerja

1 Mei 2026 - 20:48 WITA

Usai May Day di Monas, Presiden Prabowo Bahas Ekonomi Bersama Danantara di Istana

1 Mei 2026 - 20:32 WITA

Menteri PU Lantik 7 Pejabat Eselon I, Arnold Ritiauw Jabat Dirjen SDA

1 Mei 2026 - 20:22 WITA

Dari Hutan Karubaga ke Kursi Gubernur: Kisah Perjuangan John Tabo Jadi Simbol Harapan Papua Pegunungan

30 April 2026 - 10:01 WITA

Gubernur Papua Pegunungan Pastikan Kamtibmas 98 Persen Aman, Dorong Pendekatan Kemanusiaan di Delapan Kabupaten

29 April 2026 - 10:13 WITA

Kejar Ketertinggalan Fiskal, Pemprov Papua Pegunungan Fokus Benahi Data Kependudukan OAP

28 April 2026 - 20:37 WITA

Trending di Nasional