Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Mei 2026 02:48 WITA

Pemerintah Siap Beri Pajak 0 Persen di KEK Keuangan Bali, Ini Tujuannya


 Pemerintah Siap Beri Pajak 0 Persen di KEK Keuangan Bali, Ini Tujuannya Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA — Pemerintah melalui Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapan memberikan insentif pajak besar bagi perusahaan dan investor asing yang bergabung dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Keuangan di Bali. Salah satu kebijakan utama yang ditawarkan adalah pembebasan pajak penghasilan (PPh) badan hingga 0 persen.

Menurut Purbaya, kebijakan tersebut tidak akan merugikan negara karena aktivitas ekonomi di kawasan tersebut sebelumnya belum ada. Dengan adanya insentif, pemerintah justru berharap mampu menarik arus investasi baru ke Indonesia.

“Kalau dia minta, saya kasih 0 persen, kenapa saya kasih? Tadinya kan tidak ada juga. Dengan itu ya, nol tidak apa-apa, tetapi uang masuk ke situ,” ujar Purbaya, Senin (4/5/2026).

READ  Luhut Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Dilanjutkan Meski Dihantam Kasus Keracunan Massal

Dorong Devisa dan Pembiayaan Negara

Purbaya menjelaskan, kehadiran investor di KEK Keuangan Bali berpotensi meningkatkan cadangan devisa nasional. Investor yang masuk dapat membeli surat utang negara, sehingga memperluas sumber pembiayaan pembangunan.

Selain itu, bertambahnya investor juga akan memperkuat pasar obligasi pemerintah karena basis pembeli menjadi lebih luas.

“Supply pembeli bond kita akan semakin banyak,” jelasnya.

Ia menilai permintaan investor terkait fasilitas bunga rendah terhadap obligasi Indonesia merupakan hal yang wajar dalam konteks persaingan global menarik modal.

Tiru Model Dubai

Dalam pengembangannya, pemerintah berencana mengadopsi konsep pusat keuangan seperti di Dubai, Uni Emirat Arab. Model tersebut menggabungkan sistem hukum internasional (common law) dalam kawasan khusus, sementara sistem hukum nasional tetap berlaku di tingkat negara.

READ  Takziah ke Rumah Almarhum Abay di Makassar, Menag Sampaikan Duka Cita Presiden

Konsep ini dinilai mampu menciptakan lingkungan investasi yang kompetitif dan fleksibel, sehingga dana yang masuk dapat dialirkan ke berbagai sektor strategis di Indonesia.

KEK Keuangan Masih Dimatangkan

Sebelumnya, Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pembentukan KEK sektor keuangan masih dalam tahap pematangan bersama mitra internasional.

Pemerintah menargetkan kawasan ini menjadi pusat jasa keuangan baru yang mampu menarik investasi global dan memperkuat posisi Indonesia dalam industri keuangan internasional.

Meski belum mengungkapkan waktu peluncuran secara pasti, pemerintah memastikan realisasi KEK Keuangan Bali tidak akan memakan waktu lama.

READ  Viral Aksi Gus Elham Cium Anak Perempuan, PBNU dan KPAI Beri Respons Tegas

Skema Insentif Disiapkan Khusus

Berbeda dengan KEK pada umumnya, skema insentif di sektor keuangan akan dirancang lebih spesifik dan kompetitif. Pemerintah menilai pendekatan ini penting agar Indonesia mampu bersaing dengan pusat keuangan global lainnya.

Dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan, KEK Keuangan Bali diharapkan menjadi magnet baru bagi investor sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Prabowo Soroti Kasus Lima Peserta SPPI Meninggal Saat Latsarmil, Kemhan Ubah Format Pelatihan

1 Juli 2026 - 07:47 WITA

Airlangga: Kerja Sama Indonesia–Belarus Berpotensi Dongkrak Perdagangan hingga 500 Juta Dolar AS

1 Juli 2026 - 02:07 WITA

Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik PLN Juli–September 2026 Tetap, Bahlil: Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

1 Juli 2026 - 01:57 WITA

Luhut: Transformasi Digital Pemerintah Berpotensi Hemat Anggaran Negara Lebih dari Rp1.500 Triliun

1 Juli 2026 - 00:54 WITA

Kementan Dorong Produksi Benih Jagung Pangan, Target Kurangi Ketergantungan Impor

1 Juli 2026 - 00:37 WITA

Kemenag dan KPK Perpanjang Kerja Sama Whistleblowing System, Perkuat Pencegahan Korupsi

1 Juli 2026 - 00:25 WITA

Trending di Nasional