Menu

Mode Gelap

Nasional · 12 Mei 2026 21:54 WITA

Menag Nasaruddin Umar Minta Tim Hisab Rukyat Jadi Perekat Persatuan Umat


 Menag Nasaruddin Umar Minta Tim Hisab Rukyat Jadi Perekat Persatuan Umat Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026 menjadi jembatan persatuan umat dalam penetapan awal bulan Hijriah, termasuk menjelang sidang isbat Iduladha 1447 Hijriah.

Hal tersebut disampaikan Menag saat mengukuhkan Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Tahun 2026, Selasa (12/5/2026). Menurutnya, perbedaan penetapan hari besar keagamaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, tetapi harus dikelola melalui dialog, pendekatan ilmiah, dan semangat kebersamaan.

“Penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia bukan sekadar urusan kalender, tetapi menyangkut keyakinan dan kebersamaan sosial umat. Karena itu, tim ini memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan keputusan yang kuat secara syar’i sekaligus saintifik,” ujar Nasaruddin Umar.

READ  Buka Forum Perangkat Daerah Tahun 2026: Bupati Tolikara Ajak ASN Hadirkan Perubahan Nyata untuk Rakyat

Acara tersebut turut dihadiri perwakilan dari Mahkamah Agung, Badan Riset dan Inovasi Nasional, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, serta Majelis Ulama Indonesia.

Selain unsur pemerintah dan lembaga negara, hadir pula organisasi kemasyarakatan Islam, pimpinan pondok pesantren, hingga tokoh-tokoh falak perempuan yang terlibat dalam pembahasan penentuan awal bulan Hijriah.

Menurut Menag, keberadaan Tim Hisab Rukyat menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepastian hukum terkait pelaksanaan ibadah umat Islam melalui pendekatan yang inklusif dan dialogis.

“Kementerian Agama mengedepankan dialog dan sinergi. Perbedaan metode yang berkembang di masyarakat harus dipertemukan melalui ruang komunikasi yang sehat demi kemaslahatan bersama,” lanjutnya.

READ  Menkeu Purbaya Tegaskan Belum Ada Kenaikan Cukai dan Harga Rokok di 2026

Nasaruddin Umar juga menekankan pentingnya peran Tim Hisab Rukyat sebagai jembatan informasi kepada masyarakat. Ia menilai perbedaan penetapan hari besar keagamaan kerap dipicu minimnya pemahaman publik terhadap metode hisab dan rukyat yang digunakan.

“Tim ini harus menjadi jembatan informasi. Ketegangan sering muncul karena masyarakat tidak memahami proses dan metode yang digunakan dalam penentuan awal bulan Hijriah,” katanya.

Lebih lanjut, Menag meminta seluruh unsur tim untuk terus mengedepankan pendekatan moderasi beragama dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“Astronomi adalah sains yang presisi, tetapi dalam konteks kehidupan berbangsa, data dan perhitungan itu harus diramu menjadi kebijakan yang menyejukkan serta menjaga harmoni umat,” jelasnya.

READ  Airlangga Pastikan Menkeu Purbaya Sehat, Bantah Isu Dirawat di RS

Ia juga mendorong penguatan sinergi lintas sektor antara pemerintah, ilmuwan, dan organisasi masyarakat Islam agar hasil pengamatan hilal dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maupun keagamaan.

“Koordinasi antara BRIN, para pakar astronomi, kiai, dan ahli falak ormas Islam harus terus diperkuat agar hasil yang kita capai benar-benar akurat dan dipercaya masyarakat,” tandas Nasaruddin Umar.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Mabit Ala Sultan, Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Tempati Maktab 113 VIP

12 Mei 2026 - 19:29 WITA

Ketua Yayasan Pondok Pesantren As’adiyah Hadiri Wisuda XIX Ma’had Aly As’adiyah, Tekankan Loyalitas dan Menjaga Nama Baik Pesantren

9 Mei 2026 - 15:45 WITA

Bekies Kogoya Dukung Langkah Tegas Gubernur Meki Nawipa Berantas Tambang Ilegal di Papua Tengah

7 Mei 2026 - 09:55 WITA

Prabowo Turunkan Harga Pupuk Subsidi 20 Persen, Antisipasi Gejolak Global

5 Mei 2026 - 02:55 WITA

Pemerintah Siap Beri Pajak 0 Persen di KEK Keuangan Bali, Ini Tujuannya

5 Mei 2026 - 02:48 WITA

Kementerian PU Rampungkan 3 Dapur MBG di Bangka Belitung, Siap Dukung Layanan Gizi

5 Mei 2026 - 02:41 WITA

Trending di Nasional