Soalindonesia–JAKARTA — SMAN 1 Pontianak menyatakan menolak mengikuti final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang diselenggarakan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.
Final sebelumnya menjadi polemik setelah jawaban benar dari tim SMAN 1 Pontianak dinyatakan salah oleh dewan juri, sehingga tim tersebut harus menelan kekalahan dalam laga final.
Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, mengatakan keputusan SMAN 1 Pontianak yang menolak ikut final ulang akan dibahas dalam rapat pimpinan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (18/5/2026).
“Akan dibahas di rapim Senin besok,” ujar Siti Fauziah, Kamis (14/5/2026).
Sikap resmi SMAN 1 Pontianak disampaikan langsung oleh Kepala Sekolah Indang Maryati melalui unggahan akun Instagram sekolah pada Kamis (14/5/2026).
Dalam pernyataannya, pihak sekolah menegaskan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan final ulang sebagaimana diumumkan oleh MPR RI.
“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” tulis pernyataan tersebut.
Pihak sekolah juga menyatakan tetap menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas untuk mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Menurut pihak sekolah, langkah yang diambil merupakan bentuk ikhtiar untuk memperoleh klarifikasi demi terciptanya pelaksanaan lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel, tanpa ada maksud menyerang pihak tertentu.
“Kami menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan berbagai pihak, serta menegaskan penghormatan terhadap hasil yang telah ditetapkan. Dukungan penuh juga kami berikan kepada perwakilan Kalimantan Barat di tingkat nasional,” tulis pihak sekolah.
SMAN 1 Pontianak juga menegaskan sejak awal tidak pernah berniat menganulir hasil lomba, melainkan hanya meminta kejelasan terkait poin-poin yang dipersoalkan kepada penyelenggara.
“SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan,” lanjut pernyataan tersebut.
Pihak sekolah turut memastikan langkah yang dilakukan tidak bertujuan menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu.
“Ke depan, kami berharap seluruh pihak dapat terus menjaga semangat kebersamaan, menjunjung tinggi nilai persatuan, serta bersama-sama menciptakan iklim pendidikan yang kondusif, aman, dan berintegritas. SMAN 1 Pontianak berkomitmen untuk pendidikan yang jujur dan bermartabat,” tutupnya.
Sebelumnya, Ketua MPR RI Ahmad Muzani memastikan final LCC Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat akan digelar ulang menyusul polemik penilaian yang menjadi sorotan publik.
“Yang terjadi dalam Kalimantan Barat adalah final untuk memperebutkan mewakili Kalimantan Barat. Tadi kami sudah dengarkan semuanya penjelasan dari Sekretaris Jenderal dan kami semua berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang memberi perhatian sangat besar terhadap kegiatan Majelis Permusyawaratan Rakyat ini,” kata Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Polemik bermula saat final yang digelar pada 9 Mei 2026. Saat itu, jawaban dari SMAN 1 Pontianak dinilai salah oleh juri dan tim mendapat pengurangan lima poin. Namun, jawaban yang sama ketika disampaikan oleh SMAN 1 Sambas justru dinyatakan benar dan mendapat tambahan 10 poin.
Dewan juri beralasan artikulasi jawaban SMAN 1 Pontianak kurang jelas. Belakangan, MPR RI menyebut terdapat kendala teknis pada sistem pengeras suara yang menyebabkan jawaban tim tidak terdengar jelas oleh juri.
Berdasarkan hasil perhitungan ulang, apabila kesalahan tersebut tidak terjadi, SMAN 1 Pontianak seharusnya keluar sebagai juara dengan nilai 85 poin, sementara SMAN 1 Sambas memperoleh 80 poin.
Adapun hasil akhir yang diumumkan saat lomba berlangsung yakni:
SMAN 1 Sanggau : 45 poin
SMAN 1 Sambas : 90 poin
SMAN 1 Pontianak : 70 poin











