SOALINDONESIA—JAYAPURA — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Willem Wandik Foundation untuk kembali menebar kepedulian dan semangat kemanusiaan. Melalui program sosial kemasyarakatan, yayasan tersebut menyalurkan dua ekor sapi qurban yang akan didistribusikan di sejumlah titik di Kota Jayapura.
Dewan Pembina Willem Wandik Foundation yang juga Bupati Tolikara, Willem Wandik mengatakan bahwa program qurban tersebut merupakan bagian dari agenda kemanusiaan yang telah dipersiapkan jauh hari sebelumnya oleh tim WW Foundation.
“Sesuai laporan dari tim di lapangan bahwa hal tersebut sudah terprogram dari jauh hari, dan Puji Tuhan bisa terealisasi,” ujar Willem Wandik.
Menurutnya, dua ekor sapi qurban dari WW Foundation akan disalurkan kepada masyarakat muslim di beberapa wilayah di Kota Jayapura sebagai bentuk kepedulian lintas kemanusiaan dan kebersamaan antarumat beragama.
“Semoga ini bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang muslim dan juga menjadi langkah kemanusiaan yang baik bagi adik-adik tim WW Foundation sektor Jayapura,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun jumlah hewan qurban yang disalurkan masih terbatas, namun semangat berbagi dan melayani masyarakat harus terus dijaga dan ditumbuhkan oleh seluruh relawan serta pengurus yayasan.
“Walau masih dalam jumlah terbatas, semoga menjadi pelecut bagi tim untuk terus berbagi antar sesama,” tambahnya.
Keberadaan Willem Wandik Foundation selama ini dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di Tanah Papua. Yayasan tersebut bergerak dalam bidang sosial, pendidikan, kemanusiaan, hingga pelayanan masyarakat di berbagai wilayah, khususnya di kawasan pegunungan dan perkotaan Papua.
Di bawah pembinaan Willem Wandik, WW Foundation terus mendorong semangat toleransi, persaudaraan, dan gotong royong lintas suku maupun agama. Berbagai kegiatan bantuan sosial, dukungan pendidikan, hingga aksi kemanusiaan rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Program qurban Idul Adha tahun ini pun menjadi simbol bahwa nilai kemanusiaan dan kebersamaan dapat terus dirawat di tengah keberagaman masyarakat Papua.











