Menu

Mode Gelap

News · 5 Jul 2026 21:39 WITA

HKTI Papua: Biak Numfor Berpeluang Jadi Lumbung Pangan, Petani OAP Harus Diperkuat


 HKTI Papua: Biak Numfor Berpeluang Jadi Lumbung Pangan, Petani OAP Harus Diperkuat Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA — Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Papua, Yanni, menegaskan Papua memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan potensi pertanian yang dimiliki setiap daerah, termasuk Kabupaten Biak Numfor.

Dalam siaran pers yang diterima di Jayapura, Minggu (5/7/2026), Yanni mengatakan potensi pertanian di Papua harus dioptimalkan menjadi kekuatan produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“Potensi pertanian yang dimiliki daerah ini harus diubah menjadi kekuatan produksi yang mampu menopang kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.

READ  Mentan Amran Salurkan Bantuan Pertanian Rp1,3 Triliun untuk Papua Selatan, Dorong Modernisasi dan Swasembada Pangan

Menurut Yanni, keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam hampir satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan sektor pertanian dapat berkembang pesat apabila didukung kebijakan yang tepat dan berkelanjutan.

Ia menilai capaian tersebut harus menjadi motivasi bagi seluruh daerah untuk meningkatkan produksi pangan, termasuk di Papua yang dinilai memiliki sumber daya alam dan lahan pertanian yang potensial.

“Keberhasilan itu harus menjadi energi bagi seluruh daerah termasuk di Papua, khususnya Kabupaten Biak Numfor. Ketahanan pangan nasional tidak mungkin hanya bertumpu pada daerah-daerah yang selama ini menjadi sentra produksi dan Kabupaten Biak harus ikut mengambil bagian,” katanya.

READ  Dr. Thobib Al Asyhar Resmi Dilantik Menjadi Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag

Yanni menambahkan peningkatan produktivitas pertanian tidak hanya bergantung pada luas lahan, tetapi juga pada ketersediaan sarana produksi, seperti pupuk, benih unggul, pendampingan kepada petani, hingga kepastian akses pasar.

“Produksi tidak akan meningkat kalau petani kesulitan memperoleh pupuk, benih, atau kebutuhan dasar lainnya. Persoalan seperti itu harus diselesaikan lebih dulu agar petani bisa bekerja dengan tenang dan hasil panennya meningkat,” jelasnya.

Ia menilai Kabupaten Biak Numfor memiliki peluang besar berkembang menjadi salah satu kawasan produksi pangan di Papua. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara serius agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

READ  Membangun Papua Pegunungan di Tengah Badai: Seruan Damai dari Usman G. Wanimbo

Selain itu, Yanni menekankan pentingnya pemberdayaan petani Orang Asli Papua (OAP) sebagai pelaku utama pembangunan sektor pertanian di wilayah tersebut.

“Papua memiliki tanah yang subur. Yang dibutuhkan sekarang adalah memperbesar kapasitas petani untuk mengelola potensi tersebut secara produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan nasional,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

150 Penumpang KM Makmur Jaya Dievakuasi Setelah Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari

5 Juli 2026 - 21:55 WITA

CCTV Rekam Aksi Pelemparan Molotov ke Rumah Pengacara di Ciracas, Polisi Buru Pelaku

5 Juli 2026 - 21:20 WITA

Sahroni Desak Polri Tindak Tegas Pelaku Penyerangan yang Tewaskan Tiga Anggota Satresnarkoba Polres Katingan

5 Juli 2026 - 19:56 WITA

Bripda Nopandri Ramadhana Ditemukan Gugur Usai Hilang Saat Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan

5 Juli 2026 - 08:04 WITA

KPK Dalami Asal Usul Uang dalam Amplop yang Dibawa Bupati Kuansing saat Bertemu Menteri Kehutanan

5 Juli 2026 - 02:01 WITA

Irjen Wibowo Resmi Jabat Kakorlantas Polri, Ini Rekam Jejak dan Kariernya

5 Juli 2026 - 00:58 WITA

Trending di News