Soalindonesia–JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi I pada Senin (6/7/2026) di zona merah. Pelemahan indeks terjadi di tengah pergerakan bursa regional yang cenderung bervariasi, sementara nilai tukar rupiah juga mengalami depresiasi terhadap dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan data perdagangan, IHSG ditutup turun 10,81 poin atau 0,18 persen ke level 5.864,968.
Aktivitas perdagangan saham sepanjang sesi pertama mencatat nilai transaksi sebesar Rp4,76 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 10,72 miliar saham yang diperdagangkan dalam 912.073 kali transaksi.
Di pasar valuta asing, rupiah turut melemah 30 poin atau 0,17 persen ke posisi Rp17.993 per dolar AS.
Saham Pencetak Kenaikan Tertinggi
Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan sesi pertama. Saham PT Leyand International Tbk (LAPD) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 27,59 persen ke level 74.
Posisi berikutnya ditempati PT Sekar Bumi Tbk (SKBM) yang naik 24,42 persen menjadi 535, disusul PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) yang menguat 22 persen ke 61.
Sementara itu, saham PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) naik 18,36 persen ke 490, sedangkan PT Haloni Jane Tbk (HALO) menguat 17,54 persen ke level 67.
Saham Melemah
Di sisi lain, saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) menjadi top loser setelah terkoreksi 7,61 persen ke posisi 1.760.
Pelemahan juga dialami PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) yang turun 7,41 persen ke 25, PT Electronic City Indonesia Tbk (ECII) melemah 7,19 persen ke 142, PT Indonesia Prima Property Tbk (OMRE) turun 6,94 persen ke 1.005, serta PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) yang terkoreksi 6,72 persen ke level 555.
BBCA Pimpin Nilai Transaksi
Dari sisi nilai transaksi, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif dengan nilai perdagangan mencapai Rp543,49 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp322,38 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) Rp275,32 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp225,22 miliar, dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar Rp163,62 miliar.
Sementara dari sisi volume perdagangan, saham BUMI menjadi yang paling banyak diperdagangkan dengan 11,59 juta lembar saham, disusul PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) sebanyak 7,09 juta lembar, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) 6,99 juta lembar, PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) 6,17 juta lembar, serta PT Wahana Interfood Nusantara Tbk (COCO) sebanyak 3,67 juta lembar.
Bursa Asia Bergerak Variatif
Pergerakan bursa saham di kawasan Asia pada perdagangan Senin siang menunjukkan tren yang beragam.
Indeks Nikkei 225 di Jepang melemah 0,63 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong menguat 0,82 persen. Di China, SSE Composite naik tipis 0,08 persen, sementara Straits Times Index Singapura turun 0,10 persen.
Pergerakan bursa regional yang cenderung mixed tersebut turut menjadi sentimen yang mewarnai perdagangan pasar keuangan Indonesia pada awal pekan.











