Menu

Mode Gelap

Nasional · 11 Jul 2026 02:19 WITA

Pemerintah Siapkan Investasi Data Center 1,3 GW, Dorong Indonesia Jadi Hub Digital Regional


 Pemerintah Siapkan Investasi Data Center 1,3 GW, Dorong Indonesia Jadi Hub Digital Regional Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA — Pemerintah terus mempercepat pengembangan ekosistem digital nasional dengan menyiapkan investasi pusat data (data center) berkapasitas hingga 1,3 gigawatt (GW). Proyek tersebut akan difokuskan di sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai bagian dari strategi menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di kawasan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pengembangan data center dilakukan seiring pembangunan ekosistem digital yang mencakup teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), jaringan serat optik (fiber optic), hingga industri semikonduktor.

Saat ini, kapasitas pusat data yang telah terpasang di Indonesia mencapai sekitar 580 megawatt (MW), sementara proyek yang sedang dalam tahap investasi diproyeksikan menambah kapasitas hingga 1,3 GW.

“Data center kapasitas terpasang kita sekarang setara dengan 580 megawatt, dan yang sedang dalam pipeline investasi mencapai sekitar 1,3 gigawatt. Ini merupakan angka yang sangat besar,” ujar Airlangga dalam konferensi pers, Jumat (10/7/2026).

READ  Presiden Prabowo Tegaskan Aparat Kantongi Indikasi Dalang Kericuhan

Selain pembangunan pusat data, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur jaringan serat optik bawah laut yang menghubungkan Indonesia dengan berbagai negara, termasuk Singapura dan Amerika Serikat.

Menurut Airlangga, pemerintah akan membangun sejumlah landing point atau titik pendaratan kabel serat optik bawah laut untuk memperkuat konektivitas internasional.

“Kita memiliki landing point yang terhubung ke negara-negara regional seperti Singapura. Nantinya akan ada tambahan landing point ketiga atau keempat di Batam. Selain itu, kita juga memiliki landing point di Bitung yang terhubung ke Amerika Serikat. Hal ini sangat potensial untuk mendukung pengembangan data center,” jelasnya.

Di sektor teknologi semikonduktor, pemerintah juga menggandeng perusahaan desain chip asal Inggris, Arm Ltd, yang menguasai lebih dari 90 persen pasar desain chip dunia.

READ  Inklusi Keuangan RI Tembus 92,74%, Tapi Literasi Masih Rendah: Airlangga Soroti Gap 26%

Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan industri semikonduktor nasional melalui pelatihan sekitar 15.000 teknisi dan insinyur agar mampu menguasai teknologi dalam ekosistem Arm.

“Indonesia telah mengajak Arm sebagai mitra. Arm menguasai lebih dari 90 persen pengembangan desain chip dunia, dan kerja sama ini akan mendorong pelatihan bagi 15 ribu teknisi maupun engineer,” kata Airlangga.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, James Riady, menyambut positif berbagai inisiatif pemerintah dalam memperkuat ekosistem kecerdasan buatan dan pusat data nasional.

Ia mengungkapkan proyek landing point serat optik di Batam dan Singapura dijadwalkan mulai diresmikan dalam waktu dekat. Menurutnya, investasi di sektor digital diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar Amerika Serikat.

READ  Menkeu Purbaya Akui Kini Lebih Hati-Hati Berbicara, Singgung Isu Tukin dan Dorongan Belanja Pemerintah

“Sudah ditandatangani dan sudah ada beberapa kegiatan untuk landing point di Batam, Bitung, Jakarta, serta banyak investasi data center yang masuk. Bahkan akan ada investasi puluhan miliar dolar untuk membangun computing center di Indonesia,” ujar James.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia dan Singapura juga menyepakati pengembangan kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai pusat data center dan kecerdasan buatan dalam Pertemuan Tingkat Menteri Kelompok Kerja Ekonomi Bilateral Singapura–Indonesia (6WG MM) ke-16.

Kesepakatan tersebut mencakup pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa di Batam serta investasi baru dari sejumlah perusahaan, termasuk DayOne, PT Equator Gate System di Batam, dan DCI Indonesia di Bintan. Pemerintah berharap berbagai investasi tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital dan teknologi di kawasan Asia Tenggara.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Pemerintah Resmikan Perdagangan Karbon Kehutanan, Menhut: Dukungan Presiden Prabowo Jadi Kunci

11 Juli 2026 - 03:08 WITA

Bank Indonesia: Penjualan Eceran Juni 2026 Tetap Terjaga, Didukung Libur Sekolah dan Permintaan Konsumen

11 Juli 2026 - 02:25 WITA

Presiden Prabowo: Rencana Penjualan Sejumlah BUMN Strategis ke Asing Dihentikan

11 Juli 2026 - 02:14 WITA

Menlu Sugiono dan Ketua MPR Ahmad Muzani Temui Pimpinan Iran, Sampaikan Belasungkawa dan Perkuat Hubungan Bilateral

11 Juli 2026 - 02:09 WITA

Pemerintah Pastikan Pusat Finansial Internasional Indonesia Dibangun di Bali

11 Juli 2026 - 01:54 WITA

Resmikan Lima Bendungan di NTB, Presiden Prabowo Ingatkan Aparatur Negara Utamakan Kepentingan Rakyat

11 Juli 2026 - 01:41 WITA

Trending di Nasional