Menu

Mode Gelap

News · 27 Agu 2025 22:57 WITA

Bupati Pati Sudewo Tanggapi Desakan Mundur: Saya Akan Istikamah Bangun Kabupaten Pati


 Bupati Pati Sudewo Tanggapi Desakan Mundur: Saya Akan Istikamah Bangun Kabupaten Pati Perbesar

SAOLINDONESIA–JAKARTA Bupati Pati, Sudewo, merespons desakan sejumlah warga yang meminta dirinya mundur dari jabatannya. Ia menegaskan akan tetap fokus menjalankan amanah untuk membangun Kabupaten Pati.

“Saya akan istikamah, akan amanah, untuk membangun Kabupaten Pati sebaik-baiknya,” kata Sudewo usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan, Rabu (27/8).

Sudewo juga meminta masyarakat Pati agar tetap menjaga kekompakan dan kedamaian di tengah dinamika politik yang ada.

“Saya menyuruh masyarakat kompak, solid, damai,” ujarnya.

Kepada massa yang berunjuk rasa, ia berpesan agar aksi dilakukan dengan tertib.

READ  Sandra Dewi Cabut Gugatan Keberatan Aset, Kejagung: Barang Bukti Sudah Clear, Siap Dieksekusi dan Dilelang

“Yang demo tolong kondusif, semua akan kami rangkul untuk Kabupaten Pati kondusif, aman,” tuturnya.

Demo Warga Pati dan Desakan Mundur

Sebelumnya, Aliansi Masyarakat Pati Timur Bersatu berencana menggelar unjuk rasa besar pada Senin (25/8) di depan kantor Bupati dan DPRD Pati. Mereka menuntut Sudewo segera dilengserkan melalui mekanisme hak angket DPRD.

Koordinator aksi, Ahmad Husein, bahkan menyebut demonstrasi itu akan lebih besar dibanding aksi pertama pada 13 Agustus 2025, yang dipicu oleh penolakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

READ  BP Haji Segera Berubah Jadi Kementerian, DPR Ketok Palu Selasa Depan

Namun sehari sebelum aksi, Husein membatalkan rencana tersebut. Ia mengaku sudah bertemu langsung dan melakukan video call dengan Bupati Sudewo. Foto keduanya duduk bersama sempat beredar di media sosial.

Husein menilai gerakan massa belakangan ini sudah melenceng dari tujuan awal.

“Kayak-kayak ditunggangi politik. Kalau saya dari awal, kan, real dari masyarakat. Makanya lebih baik membatalkan ketimbang saya cuma jadi jembatan buat kepentingan politik,” jelasnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

KPK Jelaskan Rumah Jampidsus di Sentul yang Tidak Tercantum dalam LHKPN, Diduga Atas Nama Nominee

11 Juli 2026 - 03:02 WITA

Polda Metro Jaya Dalami Status Kepemilikan Rumah di Sentul yang Digeledah dalam Kasus Dugaan Korupsi

11 Juli 2026 - 02:04 WITA

KPK Kembali Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas usai Dinyatakan Pulih

11 Juli 2026 - 01:58 WITA

Polda Metro Jaya Perketat Pengamanan Jelang Konferensi Pers Tiga Kasus Korupsi Besar

11 Juli 2026 - 01:46 WITA

Ketua DPC PDIP Sukoharjo Buka Suara Usai OTT KPK terhadap Bupati Etik Suryani

11 Juli 2026 - 01:36 WITA

Kejagung Dalami Keterlibatan 47 Nama dalam Kasus Korupsi Program MBG di BGN

11 Juli 2026 - 01:30 WITA

Trending di News