SOALINDONESIA—SIDRAP – Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menerima audiensi jajaran PLN UP3 Pare Pare yang dipimpin Manajer Muhammad Akbar di Kantor Bupati Sidrap, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, Rabu (25/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan dukungan kelistrikan untuk program prioritas daerah, terutama listrik masuk sawah dan percepatan swasembada pangan. Turut mendampingi bupati, jajaran perangkat daerah lingkup Pemkab Sidrap, sementara dari pihak PLN hadir unsur manajemen jaringan, transaksi energi, keuangan, serta manajer unit layanan pelanggan.
Dalam kesempatan itu, Syaharuddin menegaskan bahwa ketersediaan listrik menjadi faktor krusial dalam transformasi sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Sidrap. Ia menyebut, program listrik masuk sawah telah terpasang di 6.300 titik kWh dan diharapkan menjadi percontohan nasional.
“Listrik masuk sawah bukan sekadar program, tetapi fondasi untuk meningkatkan indeks tanam dan produktivitas petani. Dengan dukungan penuh PLN, kita ingin Sidrap menjadi model penguatan ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain sektor pertanian, Pemkab Sidrap juga mendorong peningkatan produksi peternakan, khususnya ayam petelur dan pedaging melalui pembangunan kandang sistem close house yang membutuhkan daya listrik besar dan stabil. Kebutuhan energi juga mencakup operasional gudang Bulog serta pengembangan kolam ikan air tawar.
“Semua ini membutuhkan dukungan kelistrikan yang andal. Jika listrik terpenuhi, produksi pertanian dan peternakan meningkat, distribusi lancar, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdorong,” tambahnya.
Manajer PLN UP3 Parepare, Muhammad Akbar, menyatakan komitmen pihaknya untuk mendukung penuh agenda strategis Pemkab Sidrap. Ia menyebutkan sejumlah prioritas kerja sama, antara lain perluasan listrik masuk sawah, suplai daya untuk kandang ayam petelur dan pedaging, peternakan ikan, hingga fasilitas penyimpanan gabah.
“PLN siap mendukung dan mensupport program yang ada di Pemkab Sidrap. Kami akan memastikan kebutuhan daya dapat terlayani sesuai ketentuan dan perencanaan teknis,” tegasnya.
Sinergi ini diharapkan mempercepat terwujudnya swasembada pangan berbasis energi yang memadai, sekaligus memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Sulawesi Selatan.











