Menu

Mode Gelap

News · 8 Agu 2025 20:53 WITA

Gus Hilmy Pertanyakan Logika Penegakan Hukum Kasus Judi Online di DIY: “Siapa Sebenarnya yang Dilindungi?”


 Gus Hilmy Pertanyakan Logika Penegakan Hukum Kasus Judi Online di DIY: “Siapa Sebenarnya yang Dilindungi?” Perbesar

SOALINDONESIA–YOGYAKARTA Anggota DPD RI asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Hilmy Muhammad atau yang akrab disapa Gus Hilmy, angkat suara terkait penanganan kasus lima orang pelaku judi online yang ditangkap Polda DIY. Ia mempertanyakan kejanggalan hukum dalam penanganan kasus yang dinilainya tidak adil dan bertentangan dengan logika hukum.

Menurut Gus Hilmy, kasus ini bermula dari laporan kerugian sebesar Rp477 juta dari pihak yang merasa dirugikan akibat promo situs judi online yang dimanipulasi oleh lima pelaku. Namun, yang menjadi sorotan adalah pelapor bukan bagian dari bandar ataupun sindikat—meski jelas terlibat dalam sistem ilegal.

“Ini janggal. Yang dilaporkan adalah kerugian dari platform judi online yang jelas-jelas ilegal. Tapi yang ditangkap justru lima orang pengguna yang katanya merugikan bandar. Pertanyaannya, mengapa situsnya tidak ditindak? Dan siapa sebenarnya pelapornya?” kata Gus Hilmy, Kamis (7/8).

READ  Amuk Massa di Rumah Ahmad Sahroni, Pagar Dijebol dan Mobil Mewah Hancur

Kritik Keras terhadap Pola Penegakan Hukum

Gus Hilmy menilai, jika pelapor mengetahui bahwa situs tersebut adalah situs judi online, maka pelapor seharusnya ikut diproses secara hukum. Menurutnya, tidak masuk akal jika orang yang terlibat dalam bisnis ilegal justru dianggap sebagai korban.

“Kalau pelapor tahu itu judi online, berarti ia juga bagian dari sistem ilegal itu. Mengapa justru dianggap sebagai korban? Ini logika hukum yang terbalik. Pelapor juga harus diperiksa. Ini bukan penegakan hukum, ini pembiaran terhadap kejahatan berjaringan, tajam ke bawah tumpul ke atas,” tegasnya.

READ  PA Tigaraksa: Pratama Arhan dan Azizah Salsha Masih Bisa Rujuk Meski Resmi Bercerai

Penangkapan dan Bantahan dari Warga

Kelima pelaku ditangkap oleh Ditreskrimsus Polda DIY di sebuah rumah kontrakan di kawasan Plumbon, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul. Polisi menyatakan bahwa penggerebekan dilakukan setelah menerima laporan dari masyarakat terkait aktivitas mencurigakan.

Namun pernyataan tersebut dibantah oleh Sutrisno, Ketua RT 11 Plumbon, yang menyatakan bahwa tidak ada warga yang mengetahui aktivitas perjudian di rumah tersebut.

“Kalau di konferensi pers Polda disebut ada laporan warga, saya tanda tanya. Warga di sini nggak ada yang tahu,” kata Sutrisno saat ditemui media, Jumat (8/8).

Tuntutan Penindakan Menyeluruh

Gus Hilmy menegaskan bahwa seluruh pihak yang terlibat dalam praktik judi online—baik pengguna, pengelola situs, maupun pelapor kerugian—harus dianggap bagian dari jaringan kejahatan.

READ  Dua Guru Luwu Utara Terima Surat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo, Air Mata Haru Iringi Pemulihan Nama Baik

“Membantu kejahatan adalah kejahatan. Kalau seseorang mengoperasikan atau bahkan melaporkan kerugian dari bisnis kriminal, maka ia tetap bagian dari jaringan kriminal itu. Tidak bisa dipisah-pisahkan sesuai kepentingan,” ujarnya.

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Krapyak, Gus Hilmy mengingatkan agar penegakan hukum dilakukan menyeluruh: mulai dari penutupan situs, pelacakan aliran dana, penangkapan pengelola situs, hingga pemeriksaan terhadap pelapor.

“Bayangkan kalau ada bandar narkoba yang lapor karena ditipu kurirnya, lalu yang ditangkap hanya kurirnya, bandarnya dibiarkan. Ini absurditas hukum. Kasus ini tidak boleh berhenti di lima nama. Kita harus bertanya: siapa sebenarnya yang sedang dilindungi? Mari kita awasi bersama,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional