Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Nov 2025 22:04 WITA

Indonesia-AS Masuki Tahap Akhir Negosiasi Tarif, Airlangga Targetkan Rampung Tahun Ini


 Indonesia-AS Masuki Tahap Akhir Negosiasi Tarif, Airlangga Targetkan Rampung Tahun Ini Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan pembahasan tarif dagang antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah memasuki fase penutupan. Pemerintah menargetkan seluruh proses negosiasi dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.

Airlangga mengungkapkan hampir seluruh substansi teks perundingan telah dibahas oleh kedua delegasi. Saat ini, dokumen final tengah melalui proses legal drafting di masing-masing negara.

“Sebagian besar teks sudah kita sepakati. Drafnya juga sudah kita kirim ke pihak Amerika. Sekarang tinggal penyelarasan hukum di kedua belah pihak,” ujar Airlangga dalam 13th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin (17/11).

READ  Airlangga Hartarto: Target Pertumbuhan Ekonomi 6–7 Persen, Danantara Diharapkan Jadi Motor Investasi Nasional

Indonesia Dorong Tarif 0 Persen untuk Komoditas Unggulan

Dalam negosiasi tersebut, Indonesia menekankan harapan agar sejumlah komoditas yang tidak diproduksi oleh AS bisa memperoleh tarif impor sebesar 0 persen. Produk-produk yang menjadi fokus utama antara lain minyak sawit mentah (CPO), teh, kopi, karet, dan turunan produk karet.

Sementara itu, pembahasan tarif tekstil serta alas kaki masih berlanjut karena memerlukan harmonisasi lebih lanjut antara kepentingan kedua negara.

Tak Ada Protes dari Mitra Dagang Lain

Airlangga menepis anggapan bahwa kesepakatan tarif khusus dengan AS akan menimbulkan resistensi dari negara mitra lainnya. Menurutnya, komunikasi pemerintah berjalan baik, termasuk dengan Inggris.

READ  Prabowo Minta Dukungan Presiden Brasil untuk Segera Ratifikasi Perjanjian Dagang Indonesia–Mercosur (IM-CEPA)

“Tidak ada keberatan. Saya sudah bicara dengan Inggris. Namun wajar jika negara lain juga ingin mendapat perlakuan serupa. Itu dinamika biasa dalam perdagangan internasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, Indonesia tetap memiliki landasan kerja sama yang kuat dengan berbagai negara, seperti CEPA bersama Uni Eropa, Kanada, dan China sehingga keseimbangan hubungan dagang tetap terjaga.

AS Turunkan Tarif, Indonesia Tambah Impor dan Investasi

Sebelumnya, Gedung Putih telah menyetujui pengurangan tarif impor untuk sejumlah produk asal Indonesia, dari 32 persen menjadi 19 persen. Sebagai bagian dari proses negosiasi, Indonesia juga menyampaikan komitmen untuk menambah volume impor dari AS demi menjaga keseimbangan neraca perdagangan.

READ  Kemenlu Bantah Kunjungan Prabowo ke Israel, Sebut Laporan Times of Israel Tidak Akurat

Komitmen tersebut mencakup rencana impor energi dari AS senilai US$15 miliar serta impor produk pertanian sebesar US$4,5 miliar. Selain itu, kedua negara juga bersepakat memperkuat saling investasi.

Salah satu proyek besar yang disepakati adalah pembangunan fasilitas blue ammonia di AS dengan nilai investasi mencapai US$10 miliar. Di sisi lain, AS juga berencana meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya pada sektor-sektor strategis.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Halal Bihalal MUI: Menag Nasaruddin Umar Serukan Persatuan Ulama dan Negara Demi Indonesia Damai

15 April 2026 - 22:27 WITA

Tausiah Menag RI Prof. H. Nasaruddin Umar di Halal Bi Halal DWP Kemenag Sarat Makna: Belajar dari Keteguhan dan Ujian Iman

15 April 2026 - 13:20 WITA

Menteri ESDM Dampingi Presiden Prabowo ke Moskow, Perkuat Diplomasi Energi Indonesia–Rusia

13 April 2026 - 14:25 WITA

Mendagri Tito Karnavian Usulkan Perpanjangan Dana Otsus Aceh hingga Pasca-2027

13 April 2026 - 14:03 WITA

Trending di Nasional