Menu

Mode Gelap

Nasional · 18 Jul 2026 15:11 WITA

Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO


 Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Indonesia resmi bergabung sebagai negara pendiri (founder member) World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang diprakarsai oleh China.

Keputusan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto usai rapat terbatas pada 13 Juli 2026. Keikutsertaan Indonesia diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sepulang dari kunjungan kerja ke Shanghai, China.

“Pemerintah Indonesia diminta untuk ikut serta di dalam Deklarasi Pendirian Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Artifisial Dunia atau World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO),” ujar Airlangga dalam konferensi pers daring, Jumat (17/7/2026).

READ  Pedagang Minta Praktik Thrifting Dilegalkan: “7,5 Juta Orang Bergantung pada Usaha Ini”

Airlangga menjelaskan, Indonesia menjadi salah satu dari 29 negara pendiri organisasi tersebut. Dari kawasan ASEAN, terdapat lima negara yang bergabung sebagai founder member, yaitu Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

“Founder member WAICO tersebut Indonesia tidak sendirian. Ini ditandatangani oleh 29 negara. Dari ASEAN ada Kamboja, Malaysia, Myanmar, Laos, dan Indonesia,” katanya.

Meski deklarasi pendirian telah ditandatangani, Airlangga mengungkapkan bahwa pendaftaran negara pendiri masih dibuka hingga 31 Juli 2026, sehingga jumlah anggota pendiri masih berpeluang bertambah.

Menurutnya, bergabungnya Indonesia dalam WAICO merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk berperan aktif dalam membangun tata kelola kecerdasan artifisial yang inklusif, aman, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan manusia di tingkat global.

READ  Prabowo Minta Risiko Tarif Global Baru AS Dikaji, Pemerintah Siapkan Skenario

Airlangga menjelaskan bahwa WAICO dirancang sebagai organisasi internasional antarpemerintah yang berpedoman pada prinsip-prinsip Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni inklusif, aman, terpercaya, dan human-centered atau berpusat pada manusia.

Selain mendorong inovasi AI, Indonesia juga ingin memastikan perkembangan teknologi tersebut tidak memperlebar kesenjangan digital maupun teknologi antara negara maju dan negara berkembang.

Adapun 29 negara yang telah bergabung sebagai negara pendiri WAICO meliputi Aljazair, Belarus, Brasil, Kamboja, Kamerun, Republik Kongo, Kuba, Ethiopia, Indonesia, Kazakhstan, Kenya, Kirgizstan, Laos, Lesotho, Malaysia, Mozambik, Myanmar, Nikaragua, Oman, Pakistan, Rusia, Senegal, Serbia, Afrika Selatan, Tajikistan, Uzbekistan, Venezuela, Zambia, dan China.

READ  Menko Airlangga Tegaskan Impor Baju Bekas Ilegal: “Regulasinya Sudah Final dan Mengikat”

Dengan bergabung sebagai negara pendiri, Indonesia diharapkan memiliki posisi strategis dalam penyusunan arah kebijakan, tata kelola, serta kerja sama internasional di bidang kecerdasan artifisial, sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam perkembangan teknologi global.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

Baca Lainnya

Menhan Jepang Kunjungi Eropa, Perkuat Kerja Sama Program Jet Tempur GCAP dan Keamanan NATO

18 Juli 2026 - 15:04 WITA

Kemendag: Sertifikasi Kompetensi Broker Properti Wajib demi Lindungi Konsumen

18 Juli 2026 - 14:57 WITA

IHSG Menguat 4,24 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.749 Triliun

18 Juli 2026 - 14:50 WITA

Kementerian UMKM Gandeng Aprindo, Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

18 Juli 2026 - 00:43 WITA

Indonesia Dorong D-8 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang di COP31

17 Juli 2026 - 22:24 WITA

Wamensos Sampaikan Pesan Prabowo kepada Siswa Sekolah Rakyat Semarang: Percaya Diri, Pintar, dan Berkarakter

17 Juli 2026 - 22:17 WITA

Trending di Nasional