Menu

Mode Gelap

Nasional · 31 Mar 2026 14:14 WITA

Istri Ungkap Dugaan di Balik Kematian Napi Sidrap, Sempat Dituding Curi Celengan dan Diisolasi


 Istri Ungkap Dugaan di Balik Kematian Napi Sidrap, Sempat Dituding Curi Celengan dan Diisolasi Perbesar

SOALINDONESIA—SIDRAP — Kematian Muhammad Taufik, warga binaan Rutan Kelas IIB Sidrap, terus menyisakan tanda tanya besar. Meski pihak rumah tahanan mengklaim korban meninggal akibat gantung diri, keluarga menduga ada kejanggalan yang belum terungkap.

Untuk mengungkap penyebab pasti kematian, makam korban di Desa Bila Riase, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang dibongkar dan dilakukan autopsi oleh Tim Forensik Biddokkes Polda Sulawesi Selatan pada Senin, 30 Maret 2026.

Proses autopsi berlangsung sekitar empat jam dengan pengamanan ketat dari aparat, termasuk Resmob Polda Sulsel, Polres Sidrap, serta Polsek Pitu Riase, DPRD dan disaksikan pihak pemerintah setempat.

READ  Kejagung Geledah Kantor Bea Cukai, Usut Dugaan Korupsi Ekspor Limbah Sawit POME

Di lokasi, istri almarhum, Hati, mengungkapkan bahwa ia terakhir berkomunikasi dengan suaminya dua hari sebelum kabar duka datang, tepatnya pada Selasa, 17 Maret 2026.

“Dua hari sebelum meninggal kami sempat komunikasi. Dia bilang baik-baik saja. Tidak ada keluhan apa pun, tiba-tiba kami dapat kabar dia sudah meninggal,” ujarnya dengan suara bergetar.

Hati mengaku terkejut saat menerima jenazah suaminya. Ia menemukan sejumlah kejanggalan berupa luka lebam di tangan, luka robek di bagian bibir, serta bekas goresan di punggung yang diduga akibat benda tajam.

READ  Prabowo Gelar Ratas di Hambalang, Bahas Isu Strategis hingga Aspirasi Buruh

Tak hanya itu, ia juga mengungkap adanya informasi yang beredar bahwa suaminya sempat dituding mencuri celengan masjid di dalam rutan dan kemudian dimasukkan ke ruang isolasi.

“Memang sempat ada kabar suami saya dituduh mencuri celengan masjid di Rutan Sidrap, lalu dimasukkan ke ruang isolasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kanit Resmob Polda Sulsel, Wawan Suryadinat, menyampaikan bahwa pihaknya melakukan pendampingan terhadap proses autopsi yang dilakukan tim forensik.

“Kami hanya melakukan pendampingan. Untuk hasil autopsi akan disampaikan oleh pihak Biddokkes,” singkatnya.

Selain itu, tim Resmob juga telah meminta keterangan dari pihak keluarga guna mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.

READ  Pengamat: UU Perampasan Aset Mandek Sejak Era SBY, Publik Kecewa Komitmen Politik

Di sisi lain, Kepala Rutan Kelas IIB Sidrap, Perimansyah, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait dugaan yang disampaikan pihak keluarga.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik, dengan harapan hasil autopsi dapat mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian Muhammad Taufik dan menjawab berbagai spekulasi yang berkembang. (ibe)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional