Menu

Mode Gelap

Nasional · 21 Jul 2026 20:14 WITA

Jejak Teruji, Petahana Muhammad Hasrul Hasan Kembali Terpilih Jadi Komisioner KPI RI Periode 2026–2029


 Jejak Teruji, Petahana Muhammad Hasrul Hasan Kembali Terpilih Jadi Komisioner KPI RI Periode 2026–2029 Perbesar

SOALINDONESIA—JAKARTA – Rekam jejak panjang di dunia penyiaran kembali mengantarkan Muhammad Hasrul Hasan meraih kepercayaan untuk melanjutkan pengabdian di tingkat nasional. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara resmi menetapkan Hasrul Hasan sebagai salah satu Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Periode 2026–2029 dalam Rapat Paripurna DPR RI.

Penetapan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) yang dilaksanakan Komisi I DPR RI terhadap para calon anggota KPI Pusat. Dari puluhan peserta yang mengikuti seleksi, DPR RI akhirnya memilih sembilan figur yang dinilai memiliki kapasitas, integritas, serta visi kuat dalam menghadapi tantangan dunia penyiaran di era digital.

READ  Presiden Prabowo Terima Marc Marquez di Istana, Tegaskan Komitmen Indonesia Kembangkan Sport Tourism

Kembalinya Muhammad Hasrul Hasan menjadi komisioner KPI Pusat menjadi bukti atas kepercayaan yang terus diberikan terhadap kiprah dan dedikasinya. Sebagai komisioner petahana yang telah mengemban amanah pada periode 2023–2026, Hasrul dinilai berhasil menunjukkan konsistensi dalam menjalankan fungsi pengawasan penyiaran sekaligus mendorong terciptanya ekosistem media yang sehat, berkualitas, dan berpihak pada kepentingan publik.

Nama Hasrul Hasan sendiri bukanlah sosok baru di lingkungan KPI. Sebelum mengemban tugas di tingkat pusat, ia lebih dahulu menorehkan kiprah sebagai anggota KPI Daerah Sulawesi Selatan. Pengalaman tersebut menjadi modal penting yang membentuk pemahaman mendalam terhadap dinamika penyiaran nasional, mulai dari persoalan regulasi, perlindungan masyarakat, hingga tantangan konvergensi media di era digital.

READ  Kemenkeu-BI Sepakat Bagi Beban Bunga untuk Program Perumahan Rakyat dan Kopdes Merah Putih

Selain rekam jejak profesionalnya di dunia penyiaran, Hasrul juga dikenal sebagai insan media yang aktif mendorong penguatan kualitas konten siaran, literasi media, serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat sebagai konsumen penyiaran.

Adapun sembilan anggota KPI Pusat periode 2026–2029 yang telah disahkan DPR RI terdiri atas:

  1. Tulus Santoso
  1. Andi Sukmono
  1. Fuji Samantha
  1. Widi Kurniawan
  1. Aliyah
  1. Evri Rizqi Monarshi
  1. Analisa
  1. Amin Shabana
  1. Muhammad Hasrul Hasan

Melalui komposisi baru tersebut, DPR RI berharap KPI Pusat mampu menjaga independensi lembaga, memperkuat pengawasan terhadap konten penyiaran di tengah derasnya disrupsi teknologi dan media digital, serta memastikan hadirnya ruang penyiaran yang sehat, edukatif, inklusif, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

READ  Korupsi Kuota Haji 2025, KPK: Tersangka Segera Diumumkan

Terpilihnya kembali Muhammad Hasrul Hasan sekaligus menjadi penegasan bahwa pengalaman, integritas, dan rekam jejak tetap menjadi faktor penting dalam membangun lembaga penyiaran yang kredibel. Amanah baru ini diharapkan dapat semakin memperkuat peran KPI dalam menjaga kualitas siaran nasional serta menjawab tantangan penyiaran Indonesia yang terus berkembang.

Semoga amanah baru ini dapat menjadi momentum bagi KPI RI untuk semakin adaptif menghadapi perubahan lanskap media sekaligus memperkuat perlindungan kepentingan publik melalui penyiaran yang berkualitas.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Willem Wandik Resmi Luncurkan Festival Etnik Religi Tolikara 2026, Satukan Spirit Iman dan Pelestarian Budaya

21 Juli 2026 - 20:21 WITA

Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO

18 Juli 2026 - 15:11 WITA

Menhan Jepang Kunjungi Eropa, Perkuat Kerja Sama Program Jet Tempur GCAP dan Keamanan NATO

18 Juli 2026 - 15:04 WITA

Kemendag: Sertifikasi Kompetensi Broker Properti Wajib demi Lindungi Konsumen

18 Juli 2026 - 14:57 WITA

IHSG Menguat 4,24 Persen dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.749 Triliun

18 Juli 2026 - 14:50 WITA

Kementerian UMKM Gandeng Aprindo, Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

18 Juli 2026 - 00:43 WITA

Trending di Nasional