Soalindonesia–SOLO Joko Widodo angkat bicara terkait kabar yang menyebut dirinya berencana mencaplok atau mengambil alih Partai NasDem. Ia dengan tegas membantah isu tersebut dan menyebutnya sebagai tuduhan yang tidak berdasar.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi saat ditemui di kediamannya di Solo, Senin (13/4/2026). Ia menilai kabar yang beredar di publik tersebut tidak masuk akal dan tidak memiliki dasar yang jelas.
“Isu dari mana itu? Jangan menuduh-nuduh isu-isu yang tidak benar seperti itu. Tidak ada sama sekali, dalam pikiran tidak ada sama sekali,” tegas Jokowi.
Bantah Keterlibatan Gibran
Selain dirinya, isu yang beredar juga menyeret nama Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka. Gibran disebut-sebut ikut dalam rencana pengambilalihan Partai NasDem.
Namun, Jokowi kembali menepis kabar tersebut dan menegaskan bahwa tudingan itu tidak benar.
“Tidak ada sama sekali (Wapres Gibran ambil alih NasDem). Isu yang sangat menuduh,” ujarnya.
Saat ini, Partai NasDem masih dipimpin oleh Ketua Umum Surya Paloh yang telah lama menjadi tokoh sentral dalam partai tersebut.
Tanggapi Isu Pembelian NasDem Tower
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi juga menanggapi isu lain yang menyebut dirinya akan membeli NasDem Tower, markas besar Partai NasDem di Jakarta. Ia menilai isu tersebut tidak rasional jika dikaitkan dengan dirinya.
“Beli itu berapa triliun? Duitnya dari mana? Itu kan tower yang sangat tinggi sekali. Kelas saya UMKM,” kata Jokowi dengan nada santai.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki rencana maupun kemampuan finansial untuk membeli gedung sebesar NasDem Tower.
Minta Publik Tidak Mudah Terpengaruh Isu
Jokowi pun mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap isu-isu yang belum jelas kebenarannya, terlebih yang berpotensi menimbulkan spekulasi politik.
Menurutnya, tuduhan tanpa dasar hanya akan memperkeruh suasana dan mengaburkan fokus pada hal-hal yang lebih penting bagi kepentingan publik.
Dengan bantahan tegas tersebut, Jokowi berharap polemik terkait isu pengambilalihan Partai NasDem maupun pembelian NasDem Tower dapat segera mereda.











