Menu

Mode Gelap

News · 24 Sep 2025 18:57 WITA

KPA Kritik Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Banyak Data Konflik Agraria Tak Ditindaklanjuti


 KPA Kritik Menteri ATR/BPN Nusron Wahid: Banyak Data Konflik Agraria Tak Ditindaklanjuti Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Sekretaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Dewi Kartika, melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, terkait penanganan konflik agraria yang selama ini dilaporkan oleh masyarakat dan organisasi petani.

Pernyataan tersebut disampaikan Dewi dalam audiensi publik bersama pimpinan DPR RI dan lima menteri Kabinet Merah Putih, bertepatan dengan peringatan Hari Tani Nasional yang digelar di Ruang Rapat Komisi XIII DPR RI, Jakarta, Rabu (24/9/2025). Turut hadir perwakilan dari berbagai organisasi petani dan masyarakat sipil.

“Ada banyak kanal-kanal pengaduan di Kementerian Agraria, Kementerian Kehutanan, bahkan mungkin di DPR. Tapi itu hanya tempat mengadu, tidak ada kanal penyelesaiannya,” ujar Dewi di hadapan anggota dewan dan para menteri.

READ  KPK Jelaskan Nasib Uang Sitaan Terkait Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji Kemenag

Dewi menyebutkan, Kementerian ATR/BPN menjadi salah satu institusi negara yang paling sering diadukan ke lembaga pengawas seperti Ombudsman RI dan Komnas HAM terkait kasus-kasus pertanahan. Namun, laporan-laporan tersebut kerap tidak mendapatkan respons yang konkret.

“Kami selalu harus mengulang, misalnya dengan Kementerian Agraria. Berkali-kali bahkan dengan Pak Nusron sudah ketemu, kami serahkan datanya. Tapi beberapa hari lalu, menjelang Hari Tani, staf Kementerian ATR kembali minta data yang sama. Jadi ada problem, data-data kami itu ditumpuk mungkin, diarsipkan, tetapi tidak dikerjakan,” jelasnya.

Nusron Wahid Akui Masalah, Janjikan Redistribusi yang Adil

Menanggapi kritik tersebut, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid tidak menampik bahwa banyak data dan laporan dari KPA belum ditindaklanjuti secara optimal. Ia mengakui bahwa kementeriannya masih dalam proses pembenahan sejak dirinya dilantik sebagai menteri sepuluh bulan lalu.

READ  127 Pelajar di Purworejo Keracunan Usai Konsumsi Makanan Bergizi Gratis, 23 Dirawat Inap

“Kami sudah 10 bulan diangkat dan mendapatkan kepercayaan menjadi Menteri ATR-BPN. Kami belum tanda tangan satu pun perpanjangan dan pembaruan HGB (Hak Guna Bangunan). Pengajuan baru pun hanya satu yang saya tandatangani,” kata Nusron.

Ia menjelaskan, kebijakan penghentian sementara penerbitan dan perpanjangan izin HGB dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian dan upaya memperjuangkan keadilan struktural dalam distribusi tanah di Indonesia. Nusron menyebut, setiap pengajuan HGB kini harus melalui persetujuan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Kenapa? Karena masih ada beberapa hal yang menurut prinsip kami ganjal,” tegas Nusron, tanpa merinci lebih lanjut hal-hal yang dimaksud.

READ  KPK Periksa Dirjen Planologi Kehutanan Kemenhut Terkait Kasus Gratifikasi Kutai Kartanegara

Meskipun demikian, Nusron menyampaikan apresiasi terhadap masukan dan data dari KPA, serta menyatakan kesediaannya untuk berdialog lebih lanjut dalam rangka membangun sistem agraria yang lebih adil dan berpihak pada petani serta masyarakat adat.

Dorongan Penyelesaian Konflik Agraria secara Sistemik

Audiensi tersebut juga diwarnai desakan dari berbagai organisasi petani agar pemerintah mengambil langkah nyata dalam menyelesaikan konflik agraria yang selama ini berlarut-larut, terutama yang melibatkan masyarakat kecil melawan korporasi atau entitas pemegang izin besar.

Peringatan Hari Tani Nasional 2025 menjadi momen penting untuk menagih komitmen negara dalam menjalankan reforma agraria sejati yang mencakup redistribusi tanah, pengakuan wilayah adat, hingga perlindungan terhadap petani dari kriminalisasi dan penggusuran.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News