Menu

Mode Gelap

News · 12 Sep 2025 15:03 WITA

Kejagung Tetapkan Dua Bos Sritex Kakak-Beradik Jadi Tersangka TPPU, Sita Aset Rp 510 Miliar


 Kejagung Tetapkan Dua Bos Sritex Kakak-Beradik Jadi Tersangka TPPU, Sita Aset Rp 510 Miliar Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menetapkan dua kakak-beradik bos PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto (IKL) dan Iwan Setiawan Lukminto (ISL), sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kapuspenkum Kejagung, Anang Supriatna, mengatakan penetapan status tersangka keduanya merupakan pengembangan dari perkara pokok, yakni dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit sejumlah bank kepada Sritex.

“Terkait penanganan perkara Sritex, terhadap inisial IKL, ISL sudah ditetapkan, dikenakan pasal TPPU-nya per 1 September oleh penyidik,” ujar Anang di Jakarta, Jumat (12/9).

Aset Ratusan Miliar Disita

Dalam rangka penyidikan, Kejagung juga menyita sejumlah aset milik Iwan Setiawan pada Rabu (10/9). Total aset yang disita mencapai 500.270 m² atau 50,02 hektare dengan estimasi nilai sekitar Rp 510 miliar.

READ  Otorita IKN Ungkap Tambang Batu Bara Ilegal di Kawasan Konservasi Tahura Bukit Soeharto

“Penyitaan tersebut dilakukan berdasarkan Penetapan Izin Penyitaan dari PN Sukoharjo dan Surat Perintah Penyitaan Direktur Penyidikan Jampidsus,” jelas Anang.

Berikut rincian aset yang telah disita:

57 bidang tanah atas nama Iwan Setiawan Lukminto di sejumlah kelurahan di Kabupaten Sukoharjo.

94 bidang tanah atas nama Megawati (istri ISL) di Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo.

1 bidang tanah Hak Guna Bangunan atas nama PT Sukoharjo Multi Indah Textile Mill di Mojorejo, Sukoharjo.

Selain itu, Kejagung masih akan melakukan penyitaan lanjutan terhadap:

152 bidang tanah di Kabupaten Sukoharjo (luas 471.758 m²),

READ  Di Atas Phinisi Losari, Annur Travel Ikrarkan Sinergi dan Totalitas Layanan Jamaah

1 bidang tanah di Kota Surakarta (luas 389 m²),

5 bidang tanah di Kabupaten Karanganyar (luas 19.496 m²),

6 bidang tanah di Kabupaten Wonogiri (luas 8.627 m²).

Dugaan Kerugian Negara Rp 1,08 Triliun

Dalam perkara pokok, Kejagung menduga terjadi rekayasa pemberian kredit dari sejumlah bank kepada Sritex, yang menimbulkan kerugian negara hingga Rp 1,08 triliun.

Kerugian itu berasal dari:

Kredit Bank DKI sebesar Rp 149 miliar,

Kredit Bank Jateng sebesar Rp 395 miliar,

Kredit Bank BJB sebesar Rp 543 miliar.

Total ada 12 tersangka dalam perkara ini, terdiri dari kakak beradik bos Sritex serta sejumlah pejabat bank dan petinggi perusahaan. Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

READ  Kopdes Merah Putih Wajib Setor 20% Laba ke Desa, Masuk APBD untuk Pembangunan

Bantahan Iwan Kurniawan

Sebelumnya, Iwan Kurniawan Lukminto sempat membantah keterlibatan dalam kasus korupsi kredit. Ia mengklaim hanya menandatangani dokumen pencairan atas perintah atasan.

“Saya menandatangani dokumen atas perintah presdir dan saya tidak terlibat,” kata Iwan saat digiring menuju mobil tahanan di Kejagung, Rabu (13/8).

Namun, ia enggan mengungkap sosok presdir yang dimaksud. “Saya tidak terlibat,” tegasnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga maupun manajemen Sritex terkait penetapan tersangka TPPU terhadap kedua bos kakak-beradik tersebut.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional