Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Okt 2025 02:58 WITA

Menag Nasaruddin Umar: Pondok Pesantren Telah Mengabdi 300 Tahun Membangun Peradaban Bangsa


 Menag Nasaruddin Umar: Pondok Pesantren Telah Mengabdi 300 Tahun Membangun Peradaban Bangsa Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga yang memiliki peran besar dan historis dalam membangun peradaban bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Menag saat menjadi narasumber utama dalam Dialog Interaktif dan Podcast bersama Pro 3 Radio Republik Indonesia (RRI) yang digelar secara virtual, dengan tema Peran Strategis Program Prioritas Kementerian Agama dalam Mendukung Asta Cita Pembangunan Nasional.

“Pondok pesantren adalah lembaga yang telah mengabdi selama 300 tahun, membangun lahirnya masyarakat yang beradab,” ujar Nasaruddin Umar dalam dialog tersebut.

Menurut Menag, pesantren memiliki kontribusi penting sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia menegaskan bahwa di masa penjajahan, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat perlawanan dan semangat kebangsaan.

READ  Menag Sebut Potensi Zakat Capai Rp220 Triliun per Tahun, Realisasi Baru Rp41 Triliun

“Di masa perlawanan penjajahan, pondok pesantren tampil sebagai lembaga perjuangan. Pergerakan santri dan kyai waktu itu sangat luar biasa, dengan semangat mati syahid atau hidup mulia,” ucap Menag.

Spiritual Message dan Etika Santri

Menag kemudian menyoroti spiritual message yang menjadi inti pendidikan pesantren. Salah satunya adalah nilai kepatuhan dan kesantunan seorang santri kepada gurunya, yang menurutnya merupakan cerminan luhur dari sikap hormat anak kepada orang tua di rumah.

“Di pesantren, para kyai tampil sebagai sosok berwibawa di hadapan santri. Dan para santri menunjukkan kesantunan luar biasa kepada guru-gurunya. Inilah fondasi yang melahirkan manusia beradab dan berkarakter,” jelas Nasaruddin.

Ia menilai bahwa pesantren telah berhasil mempertahankan sistem pendidikan berbasis nilai moral, spiritual, dan sosial yang selaras dengan visi pembangunan nasional berbasis karakter.

READ  Mensesneg: Erick Thohir Pikul Beban Berat Sebagai Menpora, Tak Hanya Sepak Bola Menuju Kelas Dunia

Pesantren Sebagai Penggerak Ekonomi Masyarakat

Lebih lanjut, Nasaruddin menekankan bahwa pesantren tidak hanya berperan dalam pendidikan keagamaan, tetapi juga dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, pesantren telah menjadi ekosistem ekonomi produktif yang memberdayakan warga sekitar.

“Pesantren telah lama menjadi motor penggerak ekonomi lokal. Mulai dari beras, ikan, telur, hingga tenaga kerja seperti guru dan petugas kebersihan, semua melibatkan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Ia menggambarkan bagaimana pesantren menjadi pusat aktivitas ekonomi lokal, di mana masyarakat sekitar tidak sekadar menjadi pemasok, tetapi juga mitra aktif dalam menciptakan kemandirian ekonomi.

“Di mana ada pondok pesantren, di situlah tumbuh kemandirian masyarakat. Mereka bukan konsumtif, tetapi produktif karena menciptakan ekosistem ekonomi sendiri,” lanjutnya.

READ  Menag Nasaruddin Umar Terima 36 Pengajar Al Azhar, Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan

Menjaga Moralitas dan Peradaban

Di akhir pemaparannya, Menag menegaskan bahwa pesantren memiliki keunggulan yang semakin penting di era modern, yakni menanamkan moralitas dan etika luhur di tengah tantangan zaman yang serba digital dan instan.

“Pesantren memiliki keunggulan dalam mengajarkan nilai-nilai yang kini semakin langka — moralitas tinggi, kesantunan yang terpuji, keimanan yang kokoh, serta kekayaan sosial dan budaya,” tutur Nasaruddin.

Pernyataan Menag ini memperkuat komitmen Kementerian Agama untuk terus melindungi, memberdayakan, dan memajukan lembaga pendidikan pesantren, sejalan dengan Program Prioritas (Protas) Kemenag yang mendukung Asta Cita Pembangunan Nasional — pembangunan bangsa yang berlandaskan moral, spiritual, dan peradaban luhur.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Di Tengah Perbedaan, Willem Wandik dan Elisabeth Flassy Hadir Membawa Kebahagiaan Idul Adha bagi Umat Muslim Tolikara

30 Mei 2026 - 15:23 WITA

Elisabeth Y. Flassy Wandik Menembus Pelosok Douw, Membawa Harapan bagi Generasi Emas Papua Pegunungan,”

30 Mei 2026 - 13:03 WITA

Dari Padangloang ke Baitullah, Hj Hasna Apae Menutup Perjalanan Hidupnya dengan Gelar Haji,TA Menag RI Sampaikan Belasungkawa

29 Mei 2026 - 20:41 WITA

Bupati Tolikara Salurkan Bantuan Hewan Qurban di Masjid Raya Tolikara dan Kota Jayapura

27 Mei 2026 - 12:11 WITA

WW Foundation Salurkan 2 Ekor Sapi Qurban di Hari Raya Idul Adha 1447 H

26 Mei 2026 - 21:44 WITA

Willem Wandik: Momentum Hari Kebangkitan Nasional Jadi Energi Baru Pembangunan Papua Pegunungan

20 Mei 2026 - 12:52 WITA

Trending di Nasional