Menu

Mode Gelap

News · 26 Nov 2025 22:10 WITA

Komisi Reformasi Polri Tampung Aspirasi Aktivis Lingkungan dan Jurnalis, Dorong Pembentukan Badan Pengawas Independen


 Komisi Reformasi Polri Tampung Aspirasi Aktivis Lingkungan dan Jurnalis, Dorong Pembentukan Badan Pengawas Independen Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Komisi Reformasi Polri menggelar pertemuan dengan aktivis lingkungan hidup, jurnalis, dan organisasi pers, Rabu (26/11/2025), sebagai bagian dari upaya menampung aspirasi masyarakat untuk menentukan arah kebijakan lembaga tersebut.

Anggota Komisi Reformasi Polri, Jenderal (Purn) Badrodin Haiti, menyampaikan bahwa seluruh masukan dari peserta pertemuan akan dikumpulkan dan dibahas lebih lanjut dalam beberapa bulan ke depan. Menurutnya, jurnalis menyoroti lambatnya penanganan kasus oleh kepolisian ketika aktornya berasal dari internal Polri, termasuk penghilangan barang bukti. Selain itu, mereka menekankan perlunya perlindungan terhadap jurnalis yang sedang bertugas.

READ  Target Pertumbuhan Ekonomi 5,4% Dinilai Ambisius di Tengah Tekanan Global

“Yang jurnalis melaporkan, rata-rata kalau aktornya bukan dari kepolisian, penanganannya cepat. Sedangkan yang aktornya dari kepolisian, ada lambat, ada barang bukti dihilangkan. Ini satu kelemahan yang harus diperbaiki dalam pendekatan hukum Polri,” ujar Badrodin.

Sementara itu, aktivis lingkungan meminta perbaikan dalam penegakan hukum, pemahaman hak asasi manusia, serta perlindungan terhadap aktivis yang menyoroti isu lingkungan. Teo Reffelsen, Manager Hukum dan Pembelaan WALHI, mendesak agar Komisi Reformasi Polri membentuk badan pengawas independen yang tidak diisi oleh jajaran kepolisian. Badan ini diharapkan memiliki kewenangan kuat dan struktur hingga ke daerah, termasuk anggaran memadai, untuk mengawasi aparat secara efektif.

READ  KPK Geledah Rumah Dinas Bupati Mempawah dan Gubernur Kalbar, Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalan

“Polisi juga diminta menghentikan penggunaan kekuatan berlebih dalam konflik agraria maupun protes masyarakat terkait pencemaran atau polusi lingkungan di perusahaan-perusahaan,” kata Teo.

Selain itu, Leonard Simanjuntak, Country Director Greenpeace, menegaskan pentingnya lembaga pengawasan eksternal karena lembaga yang ada, seperti Kompolnas, dianggap belum efektif. Ia menilai rekomendasi Kompolnas masih lemah dan pengisiannya didominasi unsur kepolisian. Menurut Leonard, independensi pengawasan eksternal sangat dibutuhkan untuk memastikan kepolisian bekerja secara adil dan transparan.

Pertemuan ini menjadi bagian dari agenda Komisi Reformasi Polri untuk menampung aspirasi masyarakat, memperbaiki kelemahan institusi, dan meningkatkan akuntabilitas Polri ke depan.

READ  5 Diperiksa KPK Terkait Kuota Haji Tambahan 2024, Ini Kata Eks Menag
Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional