Menu

Mode Gelap

Nasional · 21 Agu 2025 23:26 WITA

KPK: Praktik Pemerasan Sertifikasi K3 di Kemenaker Sudah Berlangsung Sejak 2019


 KPK: Praktik Pemerasan Sertifikasi K3 di Kemenaker Sudah Berlangsung Sejak 2019 Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan sudah berlangsung sejak 2019, jauh sebelum Immanuel Ebenezer alias Noel menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker).

“Iya, sudah dari 2019,” kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto saat dikonfirmasi, Kamis (21/8).

Kasus ini terkuak setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (20/8). Dalam operasi tersebut, Noel turut diamankan bersama 10 orang lainnya.

Nilai Pemerasan Diduga Cukup Besar

Fitroh menyebut praktik pemerasan berlangsung lama dan melibatkan nilai uang yang signifikan. Namun, KPK belum membeberkan detail konstruksi perkara maupun identitas para pihak lain yang ikut diamankan.

READ  Kejagung Sentil 12 Tokoh Antikorupsi Pengaju Amicus Curiae untuk Nadiem Makarim: “Korupsi adalah Kejahatan Luar Biasa”

“[Pemerasan] sudah berlangsung lama. Jadi [nilainya] cukup besar,” ujarnya.

KPK saat ini masih mendalami kasus tersebut dan memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum terhadap pihak-pihak yang diamankan.

Noel: Dari Relawan Jokowi ke Kursi Wamenaker

Immanuel Ebenezer bukan nama asing di dunia politik. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Jokowi Mania (JoMan), kelompok relawan pendukung Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Pada Pilpres 2024, Noel beralih mendukung pasangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka melalui deklarasi relawan Prabowo Mania 08.

Setelah pasangan Prabowo–Gibran terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden, Noel dipercaya menduduki jabatan Wamenaker mendampingi Menteri Ketenagakerjaan Yassierli pada Oktober 2024.

READ  Menag Nasaruddin Umar Tanggapi Penggeledahan Kantor Ditjen PHU oleh KPK: “Kita Serahkan ke KPK”

Aset Mewah Ikut Diamankan

Dalam OTT kali ini, KPK juga mengamankan 13 mobil dan sebuah motor gede (moge) Ducati yang diduga terkait dengan kasus pemerasan tersebut.

Lembaga antirasuah belum memerinci kaitan barang bukti itu dengan aliran dana dari praktik pemerasan.

Belum Ada Tanggapan dari Kemnaker

Hingga Kamis (21/8), pihak Kementerian Ketenagakerjaan belum memberikan komentar resmi terkait OTT yang menjerat Wamenaker.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Tampil Lebih Elegan, PT Annur Maarif Gandeng Desainer Nasional Lina Sukijo Rancang Batik Eksklusif Jamaah Umrah

16 Juli 2026 - 18:14 WITA

John Tabo dan Willem Wandik, Dua Pemimpin yang Dicintai Rakyat: Menyatukan Papua Pegunungan Lewat Iman, Kasih, dan Persaudaraan

15 Juli 2026 - 19:13 WITA

Kuasa Hukum 69 Korban Sampaikan Surat Pengaduan ke Surya Paloh, Soroti Dugaan Kasus yang Libatkan Putri Dakka

14 Juli 2026 - 11:24 WITA

Willem Wandik Tegaskan Misi Besar Selamatkan Generasi Muda Tolikara: “Tidak Ada Tempat bagi Judi, Narkoba, dan Miras”

13 Juli 2026 - 21:24 WITA

Ny. Elisabet Y. Flassy Wandik, SE, MM: Ketekunan dan Keinginan yang Kuat Mampu Mengubah Hidup Menjadi Lebih Bermakna

11 Juli 2026 - 12:14 WITA

Kementerian ESDM: Biodiesel B50 Penuhi Standar Teknis, Siap Diterapkan Secara Nasional

11 Juli 2026 - 06:20 WITA

Trending di Nasional