Menu

Mode Gelap

News · 23 Nov 2025 16:53 WITA

Kursi Pimpinan PBNU Memanas, Gus Yahya Tegaskan Tidak Akan Mundur


 Kursi Pimpinan PBNU Memanas, Gus Yahya Tegaskan Tidak Akan Mundur Perbesar

SOALINDONESIA–SURABAYA Dinamika internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memanas menyusul beredarnya risalah rapat harian Syuriyah PBNU yang disebut-sebut mendesak Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), untuk mengundurkan diri dari jabatannya.

Menanggapi isu tersebut, Gus Yahya menegaskan bahwa ia tidak memiliki niat untuk mundur dari posisi Ketua Umum di tengah munculnya dinamika internal organisasi. Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini belum menerima surat resmi terkait isu tersebut, termasuk dokumen risalah hasil rapat harian Syuriyah pada Kamis (20/11).

“Masa amanah yang saya terima dari Muktamar Ke-34 berlaku selama lima tahun dan akan dijalankan secara penuh,” kata Gus Yahya di hadapan awak media, usai menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah Pimpinan Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (23/11/2025) dinihari.

READ  Ledakan Hebat di Tangsel, Lima Rumah Hancur dan Empat Warga Terluka

Gus Yahya juga menekankan pentingnya memverifikasi keabsahan dokumen yang beredar, termasuk melalui bukti tanda tangan digital yang kerap digunakan dalam penandatanganan surat organisasi. Ia menambahkan bahwa Syuriyah PBNU tidak memiliki kewenangan untuk memberhentikan Ketua Umum PBNU.

Gantikan Said Aqil

Gus Yahya terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2021-2027 menggantikan Said Aqil Siradj dalam Muktamar ke-34 NU yang diselenggarakan di Lampung pada Desember 2021. Sementara itu, KH. Miftachul Akhyar kembali dipercaya sebagai Rais Aam PBNU.

Nahdlatul Ulama, yang didirikan pada 1926, merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Kepemimpinan PBNU terbagi dalam dua peran utama, yakni Rais Aam dan Ketua Umum, yang keduanya memegang peranan penting dalam menjalankan organisasi. Rais Aam memimpin Syuriyah sebagai lembaga pengambil keputusan strategis berbasis nilai keagamaan, sedangkan Ketua Umum memimpin Tanfidziyah, lembaga pelaksana yang menjalankan administrasi dan operasional organisasi.

READ  Kaesang Beri Arahan Kader PSI Wajo, Begini Pesannya!

Dengan pembagian peran ini, PBNU menjaga keseimbangan antara kebijakan keagamaan tradisional dan pengelolaan organisasi modern.

Ketua Umum dan Rais Aam PBNU dari Masa ke Masa

Daftar Rais Aam PBNU:

KH. Hasyim Asy’ari (1926-1947)

KH. Wahid Hasyim (1947-1950)

KH. Abdul Wahab Hasbullah (1950-1971)

KH. Bisri Syansuri (1971-1980)

KH. Abdul Ghofur (1980-1984)

KH. Ahmad Shiddiq (1984-1991)

KH. Ali Yafie (1991-1992)

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (1992-1999)

KH. Sahal Mahfudz (1999-2014)

KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) (2014-2015)

KH. Ma’ruf Amin (2015-2018)

KH. Miftachul Akhyar (2018-2027

READ  Catat dan Simak, Momen Menarik Presiden Prabowo di Sidang Umum ke-80 PBB

Daftar Ketua Umum PBNU:

KH. Hasan Gipo (1926-1929)

KH. Ahmad Noor (1929-1937)

KH. Mahfudz Siddiq (1937-1946)

KH. Nahrawi Thohir (1946-1951)

KH. Abdul Wahid Hasyim (1951-1954)

KH. Muhammad Dahlan (1954-1956)

KH. Idham Chalid (1956-1984)

KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) (1984-1999)

KH. Hasyim Muzadi (1999-2010)

KH. Said Aqil Siradj (2010-2021)

KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) (2021-2027)

Gus Yahya menegaskan bahwa amanah yang diterimanya dari Muktamar Ke-34 NU akan dijalankan hingga berakhirnya masa jabatan pada 2027, tanpa terpengaruh oleh isu internal yang beredar.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional