Menu

Mode Gelap

Nasional · 5 Des 2025 02:40 WITA

Menkeu Purbaya Dapat Waktu 6 Bulan Rancang Ulang Skema Subsidi dan Kompensasi BUMN


 Menkeu Purbaya Dapat Waktu 6 Bulan Rancang Ulang Skema Subsidi dan Kompensasi BUMN Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap bahwa pemerintah memberinya waktu enam bulan untuk merancang ulang skema pembayaran subsidi dan kompensasi kepada perusahaan-perusahaan pelat merah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan subsidi pemerintah menjadi lebih tepat sasaran dan tidak lagi dinikmati oleh kelompok mampu.

“Saya dikasih waktu 6 bulan ke depan untuk mendesain itu, untuk mengkoordinasikan desain tadi,” kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/12/2025).

Perancangan ulang tersebut dilakukan bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Skema Baru Pembayaran Subsidi dan Kompensasi

READ  Luhut: Program Bansos Digital Nasional Akan Diluncurkan Februari–April 2026

Purbaya menjelaskan bahwa melalui desain baru:

Subsidi akan dibayarkan langsung ke BUMN,

Kompensasi dibayar 70 persen setiap bulan selama Januari–September,

Sisanya akan dilunasi pada Oktober.

Menurutnya, pola pembayaran yang lebih terjadwal ini akan meningkatkan kepastian bagi BUMN sekaligus memperkuat tata kelola penyaluran subsidi.

Subsidi Tepat Sasaran: Kelompok Kaya Akan Dipangkas

Purbaya kembali menegaskan bahwa subsidi yang ada saat ini masih banyak dinikmati kalangan kaya hingga super kaya, termasuk dalam konsumsi energi seperti BBM dan listrik.

“Sekarang setelah kita lihat, ternyata yang kaya masih dapat itu saja,” tegasnya.

READ  Tanpa Protokoler, Nasaruddin Umar Pulang ke Masjid Nurul Amin, Kenang Masa Santri di Desa Saelong

Dalam rapat bersama Komisi XI DPR dan Danantara, pemerintah menyimpulkan bahwa dalam dua tahun ke depan, strategi subsidi akan didesain ulang agar lebih tepat sasaran.

“Yang kaya sekali, mungkin desil 8, 9, 10, subsidi akan dikurangin secara signifikan. Kalau perlu uangnya kita balikin ke desil 1, 2, 3, 4 yang lebih miskin,” jelas Purbaya.

Kebutuhan LPG 3 Kg 2025 Lebihi Kuota

Dalam perkembangan terkait, Purbaya bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia membahas kebutuhan LPG 3 kg bersubsidi. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyebut prognosa kebutuhan LPG 3 kg tahun 2025 mencapai 8,5 juta metric ton (MT).

READ  Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen Kristomei Sianturi Ajak Prajurit Bangun Kebersamaan

Sementara kuota subsidi yang tersedia hanya 8,17 MT, sehingga terdapat kekurangan 0,37 juta MT.

“Ada penambahan kebutuhan, over sekitar 370 ribu metric ton,” ujar Anggia di Kantor Kementerian ESDM, Selasa (25/11/2025).

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Bupati Willem Wandik Genjot Pembangunan Tolikara dari Wilayah 3T

19 April 2026 - 10:27 WITA

Willem Wandik: Mujizat di Lembah Toli dan Harapan dari Tanah Terpencil

19 April 2026 - 09:54 WITA

Mensos Pastikan Program Sekolah Rakyat Kian Stabil, Tak Ada Lagi Siswa dan Guru Mundur

18 April 2026 - 22:03 WITA

Mendagri Dampingi Presiden Prabowo Beri Arahan KPPD Ketua DPRD se-Indonesia di Magelang

18 April 2026 - 21:51 WITA

Menag Nasaruddin Umar di Haul Pendiri Tremas: Teladani Ulama, Hidupkan Doa untuk yang Telah Wafat

17 April 2026 - 14:07 WITA

Bupati Tolikara Willem Wandik Teken Hibah untuk BP Calon Wilayah Kembu, Perkuat Pelayanan Rohani

17 April 2026 - 00:41 WITA

Trending di Nasional