Menu

Mode Gelap

Nasional · 9 Apr 2026 16:35 WITA

Pemerintah Jaga Defisit APBN 3 Persen, Presiden Prabowo Targetkan Rasio Utang 40 Persen


 Pemerintah Jaga Defisit APBN 3 Persen, Presiden Prabowo Targetkan Rasio Utang 40 Persen Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Pemerintah menegaskan komitmennya menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada di level 3 persen, sebagai upaya mempertahankan stabilitas fiskal nasional. Presiden Prabowo Subianto juga menargetkan rasio utang pemerintah tetap terkendali di kisaran 40 persen.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai Rapat Kerja Pemerintah di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

“Bapak Presiden berkomitmen rasio utang dijaga di level 40 persen, walaupun Undang-Undang menyiapkan hingga 60 persen. Demikian pula defisit APBN dijaga di level 3 persen hingga akhir tahun,” ujar Airlangga.

READ  Gubernur Papua Ancam Copot Direksi RSUD Usai Ibu Hamil dan Bayi Meninggal Diduga Ditolak Empat Rumah Sakit

Komitmen tersebut mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang mengatur batas rasio utang pemerintah.

Indikator Ekonomi Tetap Positif

Dalam rapat yang diikuti sekitar 800 peserta dari kementerian, BUMN, hingga TNI-Polri tersebut, pemerintah memaparkan sejumlah indikator ekonomi yang menunjukkan kondisi nasional tetap stabil.

Airlangga menyebut sejumlah indikator seperti indeks keyakinan konsumen, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur, cadangan devisa, hingga neraca pembayaran menunjukkan tren positif.

Dari sisi penerimaan negara, kinerja pajak juga mengalami peningkatan signifikan.

“Sampai Maret, kenaikan penerimaan pajak sebesar 14,3 persen atau sekitar Rp462,7 triliun, dan sektor manufaktur juga ekspansif,” jelasnya.

READ  Presiden Prabowo Rampungkan Lawatan ke 4 Negara, Bawa Pulang Komitmen Investasi dan Pengakuan Dunia

Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen

Dengan capaian tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal I 2026 dapat mencapai sekitar 5,5 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama masih baik, bahkan bisa sama atau lebih besar dari 5,5 persen,” kata Airlangga.

Ketahanan Pangan Kuat

Selain sektor ekonomi, pemerintah juga menyoroti ketahanan pangan nasional yang dinilai cukup kuat. Produksi beras pada 2025 tercatat mencapai 34,7 juta ton, dengan cadangan beras pemerintah di Perum Bulog sebesar 4,6 juta ton.

“Ketahanan pangan kita relatif kuat dengan produksi dan stok yang memadai,” ujarnya.

READ  Said Abdullah: Wajar Jika Utang Proyek Whoosh Jadi Tanggung Jawab Danantara, Bukan APBN

Dorong Program Biodiesel B50

Untuk menjaga keberlanjutan fiskal, pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan strategis, salah satunya implementasi program biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai 1 Juli 2026.

“Program B50 akan meningkatkan ketahanan anggaran dengan potensi penghematan hingga Rp48 triliun,” ungkap Airlangga.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas fiskal nasional tetap terjaga, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Kementerian UMKM Gandeng Aprindo, Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

18 Juli 2026 - 00:43 WITA

Indonesia Dorong D-8 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang di COP31

17 Juli 2026 - 22:24 WITA

Wamensos Sampaikan Pesan Prabowo kepada Siswa Sekolah Rakyat Semarang: Percaya Diri, Pintar, dan Berkarakter

17 Juli 2026 - 22:17 WITA

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026

17 Juli 2026 - 21:58 WITA

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global, Impor Solar Resmi Dihentikan

17 Juli 2026 - 21:51 WITA

Prabowo: Indonesia Segera Miliki Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Beberapa Pekan

17 Juli 2026 - 21:08 WITA

Trending di Nasional