Menu

Mode Gelap

News · 24 Sep 2025 15:30 WITA

Peringati Hari Tani Nasional, Massa Buruh dan Petani Gelar Aksi di Patung Kuda, Tuntut Cabut UU Cipta Kerja


 Peringati Hari Tani Nasional, Massa Buruh dan Petani Gelar Aksi di Patung Kuda, Tuntut Cabut UU Cipta Kerja Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Ribuan massa yang terdiri dari organisasi buruh, petani, dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Rabu (24/9), dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional 2025.

Aksi ini diwarnai dengan teatrikal cor badan, orasi politik, serta kehadiran patung tikus sebagai simbol kritik terhadap praktik korupsi di birokrasi pemerintahan.

Sejak pukul 09.00 WIB, massa mulai memadati area Patung Kuda sambil mengenakan caping, membawa hasil panen, dan membentangkan poster tuntutan. Aksi berlangsung damai namun penuh semangat.

Tuntutan: Bubarkan Monopoli Tanah dan Cabut UU Cipta Kerja

Bagus Santoso dari Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) menyampaikan bahwa Hari Tani Nasional adalah momentum untuk menyoroti kegagalan negara dalam mewujudkan reforma agraria sejati.

READ  1.072 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Unjuk Rasa di Jakarta Pusat Hari Ini

“Kami bersama kawan-kawan dari AGRA, Aliansi Gerakan Reforma Agraria, dan organisasi masyarakat lainnya memperingati Hari Tani Nasional. Bagi GSBI, ini juga menjadi kritik terhadap deindustrialisasi yang berlangsung sejak Orde Baru hingga sekarang,” ujarnya.

Bagus menegaskan dua tuntutan utama massa aksi:

1. Membubarkan monopoli atas tanah oleh perusahaan asing dan kelompok tertentu.

2. Mencabut Undang-Undang Cipta Kerja dan menggantinya dengan undang-undang ketenagakerjaan baru yang menjamin martabat buruh Indonesia.

Teatrikal Cor Badan dan Simbol Patung Tikus

Aksi semakin menarik perhatian publik saat sembilan petani asal Riau melakukan aksi cor badan menggunakan semen sebagai bentuk protes simbolik. Salah satu peserta aksi adalah Ridwan, pimpinan kelompok tani yang pernah dipenjara selama sembilan tahun karena memperjuangkan hak atas tanah.

READ  Gus Yahya Tegaskan Masih Sah Menjabat Ketua Umum PBNU: “Hanya Muktamar yang Bisa Mengganti”

“Aksi cor badan ini bentuk kekecewaan terhadap pemerintah yang dari periode ke periode gagal menyelesaikan persoalan agraria, terutama di Riau, Indragiri Hulu,” ujar Betran Sulani, Ketua LMND DKI Jakarta.

Tak hanya itu, massa juga membawa patung tikus berukuran besar ke tengah aksi sebagai simbol kritik keras terhadap birokrasi korup di pemerintahan.

“Patung tikus itu sebagai bentuk kritik bahwa dari dulu sampai sekarang, birokrasi selalu diwarnai korupsi,” imbuh Betran.

Minta Bertemu Presiden Prabowo

Massa juga menuntut agar bisa bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka.

READ  Gubernur Pramono Anung Pastikan Jakarta Sudah Normal Pasca Ricuh, Monas Dibuka untuk Semua Acara Keagamaan

“Kami ingin Presiden Prabowo mendengar langsung jeritan petani. Aksi cor badan akan terus berlangsung sembari menunggu hasil rapat bersama Istana Negara,” tegas Betran.

Lalu Lintas Dialihkan, Kemacetan Tak Terhindarkan

Aksi ini membuat lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan ditutup, dan arus dialihkan oleh kepolisian. Jalan Agus Salim hingga Kebon Sirih mengalami kemacetan parah.

Polisi masih berjaga di sejumlah titik dan memastikan aksi berlangsung kondusif hingga sore hari.

Artikel ini telah dibaca 11 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News