Menu

Mode Gelap

News · 26 Nov 2025 21:58 WITA

Permintaan Tinggi Dorong Harga Kelapa Melonjak, Pemerintah Dorong Hilirisasi dan Kopdes Merah Putih


 Permintaan Tinggi Dorong Harga Kelapa Melonjak, Pemerintah Dorong Hilirisasi dan Kopdes Merah Putih Perbesar

SOALINDONESIA–TANGERAN–SELATAN Permintaan kelapa Indonesia kini meningkat pesat, mendorong harga komoditas tersebut naik signifikan. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut harga kelapa melonjak dari Rp 2.000 menjadi Rp 12.000 per butir. Menurutnya, kebun kelapa saat ini memiliki daya jual lebih menguntungkan dibandingkan kebun sawit.

“Kebun kelapa lebih untung dari kebun sawit sekarang,” ujar Zulkifli di Tangerang Selatan, Banten, Rabu (26/11/2025). Lonjakan harga ini didorong oleh tingginya permintaan dari pasar internasional, khususnya China, yang menggunakan santan kelapa sebagai alternatif susu untuk kopi.

READ  Kepala BGN Dadan Hindayana Optimistis Target 82,9 Juta Penerima Makan Bergizi Gratis Tercapai Akhir 2025

Pemerintah berencana memperluas pengembangan kebun kelapa rakyat bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mempercepat pemanfaatan perkebunan kelapa. Selain itu, keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih juga diperkuat untuk mendukung aktivitas ekonomi desa. Zulkifli menekankan bahwa desa harus memiliki daya ekonomi tangguh melalui kegiatan produktif yang menggerakkan roda perekonomian.

Peran Swasta dan BUMN sebagai “Kakak Asuh” Kopdes

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menekankan pentingnya keterlibatan perusahaan swasta dan BUMN sebagai “kakak asuh” bagi Kopdes Merah Putih. Menurutnya, kolaborasi ini akan memperkuat monetisasi ekonomi di desa, menciptakan perputaran uang, serta meningkatkan daya beli masyarakat hingga ke level bawah.

READ  Rockefeller Foundation Apresiasi Inovasi Polri dalam Program Makan Bergizi Gratis Lewat SPPG Pejaten

“Perputaran ekonomi ini akan mendorong peningkatan daya beli masyarakat. Dengan perputaran uang di desa, pertumbuhan ekonomi agregat bisa dipercepat hingga target 8 persen,” ujar Ferry.

Investor China Didorong ke Hilirisasi Kelapa di Indonesia

Seiring tingginya harga kelapa, masuknya dua perusahaan China ke sektor hilirisasi kelapa dipandang sebagai solusi agar petani mendapatkan harga lebih tinggi. CEO BPI Danantara, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa sebelumnya kelapa Indonesia diekspor mentah ke China, sehingga harga petani ditekan oleh ongkos logistik yang tinggi.

“Dengan fasilitas pengolahan di Indonesia, biaya logistik bisa dihilangkan sehingga harga jual kelapa petani menjadi lebih tinggi,” jelas Rosan. Strategi hilirisasi ini tidak hanya menarik investor, tetapi juga memastikan petani mendapat manfaat nyata, menciptakan struktur harga yang lebih sehat, dan penyerapan kelapa yang lebih stabil.

READ  Pertamina Tanggapi Menkeu Purbaya Soal Kilang Tak Rampung: Investasi Besar, Risiko Tinggi

Dengan kombinasi pengembangan perkebunan, Kopdes Merah Putih, dan hilirisasi, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesejahteraan petani kelapa di Tanah Air.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News