Menu

Mode Gelap

News · 21 Okt 2025 22:59 WITA

Pertamina Hulu Energi Catat Produksi Migas 1,04 Juta Barel per Hari hingga Agustus 2025


 Pertamina Hulu Energi Catat Produksi Migas 1,04 Juta Barel per Hari hingga Agustus 2025 Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Sebagai pengelola 24% blok minyak dan gas (migas) nasional, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mencatatkan produksi migas sebesar 1,04 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD) hingga Agustus 2025. Produksi tersebut terdiri dari 556 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 2,8 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

Capaian ini memperkuat posisi PHE sebagai tulang punggung utama Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya target swasembada energi nasional.

“Subholding Upstream Pertamina tidak hanya menjaga stabilitas produksi migas nasional, tetapi juga melakukan ekspansi, inovasi, serta transformasi menuju operasi yang lebih berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Corporate Secretary Subholding Upstream Pertamina, Hermansyah Y. Nasroen, Selasa (21/10/2025).

Aktivitas Hulu Meningkat Tajam

READ  Kejagung Tegaskan Tak Ada Istilah "Oplosan" dalam Kasus Korupsi Minyak, Hanya "Blending" BBM

Peningkatan produksi PHE didukung oleh aktivitas hulu yang masif sepanjang 2025. Hingga Agustus, Subholding Upstream mencatat:

580 sumur eksploitasi berhasil dibor,

836 sumur menjalani kegiatan workover, dan

25.514 sumur dilakukan layanan well services.

Selain menjaga laju produksi, PHE juga aktif memperkuat cadangan energi nasional melalui kegiatan eksplorasi dan survei. Subholding ini telah menyelesaikan Survei Seismik 3D sepanjang 652 kilometer persegi (km²) serta pengeboran 15 sumur eksplorasi di berbagai wilayah kerja.

Dari hasil tersebut, PHE berhasil menambah sumber daya 2C (contingent resources) sebesar 804 juta barel setara minyak (MMBOE) dan cadangan terbukti (P1) sebesar 105 juta barel setara minyak (MMBOE).

Strategi Optimasi Portofolio dan Inovasi Teknologi

Menurut Hermansyah, pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi optimasi portofolio, akselerasi pengeboran, serta implementasi teknologi peningkatan produksi (enhanced recovery) pada lapangan eksisting.

READ  Bahlil Lapor ke Prabowo: Target Listrik Desa 2030, Produksi Minyak Lampaui APBN, dan Indonesia Siap Berdaulat Energi

“Dengan strategi ini, PHE menegaskan perannya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional sekaligus kontributor signifikan dalam mendukung transisi energi Indonesia,” ujarnya.

PHE juga menekankan pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan produksi berkelanjutan dan komitmen terhadap keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan.

“Kami berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan produksi berkelanjutan, sekaligus memastikan aspek keselamatan dan lingkungan tetap menjadi prioritas utama,” tegas Hermansyah.

Proyek Strategis Dukung Peningkatan Produksi

Sejumlah proyek strategis Subholding Upstream Pertamina yang akan memperkuat produksi dan cadangan nasional antara lain:

Pengembangan Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) EP,

Proyek Sisi Nubi,

Proyek CEOR Lapangan Minas Area A Stage-1, dan

Proyek Lapangan OO-OX PHE ONWJ.

Proyek-proyek tersebut ditargetkan rampung secara bertahap mulai akhir 2025 hingga 2026 dan diharapkan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan lifting migas nasional.

READ  Elvizar Jadi Tersangka Dua Kasus Korupsi: Digitalisasi SPBU Pertamina dan EDC BRI

Eksplorasi dan Peluang New Venture

Selain memperkuat basis produksi eksisting, PHE juga tengah melakukan evaluasi peluang new venture melalui sejumlah joint study dan inisiatif proyek eksplorasi baru. Langkah ini dilakukan untuk memperluas portofolio wilayah kerja dan menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional di masa depan.

“Dengan kegiatan eksplorasi yang masif dan agresif, kami proyeksikan akan menambah portofolio wilayah kerja baru yang memperkuat posisi Subholding Upstream Pertamina di industri migas nasional maupun global,” kata Hermansyah.

Dengan capaian ini, PHE terus menunjukkan perannya sebagai motor penggerak utama sektor hulu migas Indonesia, yang tak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga pada keberlanjutan, efisiensi, dan ketahanan energi jangka panjang.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional