Soalindonesia–JAKARTA Willy Aditya melontarkan seloroh terkait isu “merger” antara Partai NasDem dan Partai Gerindra saat memimpin rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
Candaan itu muncul dalam rapat bersama Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, yang membahas peta jalan Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) serta Rancangan Undang-Undang BPIP.
Seloroh di Tengah Rapat
Momen tersebut terjadi ketika Willy mempersilakan anggota dari masing-masing fraksi untuk menyampaikan pandangan. Dengan nada santai, ia menyebut kemungkinan “merger” kedua partai yang langsung disambut tawa peserta rapat.
“Makasih Pak, kita lanjut ke Gerindra atau NasDem dulu. Atau mau merger NasDem dengan Gerindra?” ujar Willy sambil tersenyum.
Ia kemudian menyinggung posisi duduk anggota fraksi yang bersebelahan di ruang rapat.
“Karena duduknya sudah sebelahan, ya kursi kosong itu bridging Pak, silakan,” lanjutnya.
Willy lalu mempersilakan anggota Fraksi NasDem, Muslim Ayub, untuk terlebih dahulu menyampaikan pendapat.
Singgung Gondangdia dan Kertanegara
Setelah itu, ia kembali berkelakar dengan menyinggung lokasi yang identik dengan pimpinan kedua partai, yakni Gondangdia dan Kertanegara.
“Lanjut sebelahnya, sahut menyahut dari Gondangdia ke Kertanegara,” ujarnya.
Gondangdia dikenal sebagai lokasi NasDem Tower yang lekat dengan Ketua Umum Surya Paloh. Sementara Kertanegara merujuk pada kediaman Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Selanjutnya, Willy mempersilakan anggota Fraksi Gerindra, Anwar Sadad, untuk menyampaikan pandangannya.
Isu Politik yang Jadi Candaan
Seloroh tersebut muncul di tengah isu yang berkembang mengenai pertemuan antara Prabowo Subianto dan Surya Paloh, yang memicu spekulasi publik soal kemungkinan “merger” kedua partai.
Namun dalam forum resmi DPR, pernyataan Willy disampaikan dalam suasana santai dan tidak dimaksudkan sebagai pernyataan politik serius. Candaan itu pun disambut tawa oleh peserta rapat.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan agenda utama, yakni penyampaian pandangan dari masing-masing fraksi terkait peta jalan Pembinaan Ideologi Pancasila serta pembahasan RUU BPIP.











