Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Jul 2026 16:49 WITA

Menteri P2MI: Ai Juriah Korban TPPO dan Penempatan Ilegal di Libya, Pemerintah Bayar Ganti Rugi untuk Pemulangan


 Menteri P2MI: Ai Juriah Korban TPPO dan Penempatan Ilegal di Libya, Pemerintah Bayar Ganti Rugi untuk Pemulangan Perbesar

Soalindonesia–JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, menegaskan bahwa pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ai Juriah (43) merupakan korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) sekaligus korban penempatan pekerja migran secara nonprosedural saat bekerja di Libya.

Pernyataan tersebut disampaikan Mukhtarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (17/7/2026), saat menjelaskan proses pemulangan Ai yang sempat menghadapi berbagai kendala.

Menurutnya, pemerintah harus menjalani proses negosiasi yang cukup panjang dengan pihak di Libya. Bahkan, pemerintah terpaksa membayar ganti rugi kepada pihak majikan agar Ai dapat dipulangkan ke Indonesia.

“Yang si Ai Juriah yang kita pulangkan dari Libya kemarin memang negosiasinya cukup panjang dan kita harus bayar ganti rugi kepada pihak majikan. Yang jelas Ai Juriah adalah korban penempatan nonprosedural dan sekaligus korban TPPO karena dia beberapa kali dipindahkan dari satu majikan ke majikan lainnya,” ujar Mukhtarudin.

READ  Kompolnas Desak Investigasi Tuntas Kasus Brimob Tabrak Driver Ojol hingga Tewas

Ia mengungkapkan, Ai kini telah kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Pemerintah berharap pengalaman yang dialami Ai dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak tergiur bekerja ke luar negeri melalui jalur ilegal.

“Alhamdulillah sudah kita pulangkan dan sudah kembali ke Cianjur. Kami berharap beliau dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kasus ini terjadi akibat ketidaktahuan dan dirinya menjadi korban TPPO,” katanya.

Mukhtarudin menegaskan, pemerintah akan terus memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja migran Indonesia yang menjadi korban, baik korban perdagangan orang maupun pekerja yang berangkat secara nonprosedural.

READ  Oknum Polisi Polda Bali Terlibat Kasus TPPO di Pelabuhan Benoa, Total 6 Tersangka Ditahan

“Prinsipnya, siapa pun yang menjadi korban TPPO ataupun berangkat secara nonprosedural tetap akan kita tangani bersama-sama,” tegasnya.

Ia berharap peristiwa yang dialami Ai Juriah menjadi yang terakhir sehingga tidak ada lagi warga Indonesia yang menjadi korban perdagangan orang maupun penempatan pekerja migran secara ilegal.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi Ai Juriah-Ai Juriah yang lain,” ucapnya.

Proses Pemulangan Sempat Terkendala

Sebelumnya, kisah Ai Juriah menjadi perhatian publik setelah beredar video yang memperlihatkan dirinya dalam kondisi bersimbah darah di Libya. Setelah melalui berbagai upaya diplomasi, Ai akhirnya tiba di kampung halamannya di Cianjur pada Senin (13/7/2026).

READ  Ketua DPR Puan Maharani Soroti 7 Pekerja Migran Asal Sumut Tewas di Kamboja: “Negara Harus Hadir dari Hulu ke Hilir”

Proses pemulangannya sempat terkendala akibat situasi dualisme pemerintahan di Libya serta adanya tuntutan denda sekitar Rp150 juta karena keberangkatannya dilakukan melalui jalur nonprosedural.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Jawa Barat, Kombes Pol Singgih Hermawan, menyebut keberhasilan pemulangan Ai merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari Kementerian P2MI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), hingga pemerintah daerah.

Sementara itu, terkait dugaan adanya pihak yang terlibat dalam pemberangkatan ilegal Ai Juriah ke Libya, penyelidikan sepenuhnya diserahkan kepada aparat kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Kementerian UMKM Gandeng Aprindo, Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

18 Juli 2026 - 00:43 WITA

Indonesia Dorong D-8 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang di COP31

17 Juli 2026 - 22:24 WITA

Wamensos Sampaikan Pesan Prabowo kepada Siswa Sekolah Rakyat Semarang: Percaya Diri, Pintar, dan Berkarakter

17 Juli 2026 - 22:17 WITA

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026

17 Juli 2026 - 21:58 WITA

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global, Impor Solar Resmi Dihentikan

17 Juli 2026 - 21:51 WITA

Prabowo: Indonesia Segera Miliki Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Beberapa Pekan

17 Juli 2026 - 21:08 WITA

Trending di Nasional