Menu

Mode Gelap

Nasional · 17 Jul 2026 21:51 WITA

Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global, Impor Solar Resmi Dihentikan


 Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global, Impor Solar Resmi Dihentikan Perbesar

Soalindonesia–MALANG Presiden Prabowo Subianto menyatakan kondisi perekonomian Indonesia masih berada dalam tren positif meski dunia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan akibat konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Menurutnya, laporan yang diterima dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunjukkan fundamental ekonomi nasional tetap terjaga dan sejumlah indikator ekonomi memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan.

“Jadi kita akan percepat dan semua usaha kita akan kerja keras. Tapi sekarang hasil-hasil sudah mulai kita lihat,” kata Prabowo.

READ  Menkeu Purbaya: Rp200 Triliun Dana Pemerintah untuk Himbara Terserap Efektif dalam Sebulan

Presiden mengungkapkan, berdasarkan laporan Menteri Keuangan, kondisi ekonomi Indonesia masih relatif baik dibandingkan banyak negara lain yang terdampak gejolak global.

“Menteri Keuangan melaporkan kondisi ekonomi kita bagus. Di tengah dunia yang susah, di tengah perang di mana-mana kita masih lumayan,” ujarnya.

Prabowo menilai optimisme tersebut didukung oleh mulai berjalan dan terealisasinya berbagai proyek strategis nasional, terutama di sektor energi. Salah satunya adalah dimulainya pembangunan Lapangan Gas Blok Masela yang selama bertahun-tahun tertunda.

“Kita kemarin berhasil mulai produksi, mulai pembangunan blok gas salah satu yang terbesar di kawasan kita,” ucapnya.

READ  Pesan Dua Paskibraka Asal Papua untuk Prabowo: Kami Siap Membanggakan Negara

Selain itu, pemerintah juga mencatat kemajuan dalam upaya mewujudkan kemandirian energi melalui pengembangan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit.

Menurut Prabowo, Indonesia kini menjadi negara pertama di dunia yang berhasil menerapkan biodiesel B50 secara nasional.

“Sebelumnya kita berhasil menjadi negara pertama di dunia yang menghasilkan B50. Kita sekarang hasilkan solar dari kelapa sawit,” katanya.

Presiden menegaskan, implementasi program B50 telah memberikan dampak nyata terhadap pengurangan ketergantungan pada impor energi. Ia mengungkapkan bahwa sejak Juli 2026 Indonesia tidak lagi mengimpor bahan bakar diesel dari luar negeri.

READ  DPR RI Sahkan RUU Haji dan Umrah, Lahir Kementerian Haji dan Umrah

“Jadi dari mulai bulan Juli ini kita tidak impor solar lagi dari luar negeri, lebih baik uang itu beredar di Indonesia. Dinikmati oleh petani-petani sawit di seluruh Indonesia,” tutur Prabowo.

Pemerintah berharap berbagai capaian di sektor energi dan industri dalam negeri dapat terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional, meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Kementerian UMKM Gandeng Aprindo, Perluas Akses Produk UMKM ke Ritel Modern

18 Juli 2026 - 00:43 WITA

Indonesia Dorong D-8 Perjuangkan Kepentingan Negara Berkembang di COP31

17 Juli 2026 - 22:24 WITA

Wamensos Sampaikan Pesan Prabowo kepada Siswa Sekolah Rakyat Semarang: Percaya Diri, Pintar, dan Berkarakter

17 Juli 2026 - 22:17 WITA

Kemenag Catat 725 Ribu Titik Ikut Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026

17 Juli 2026 - 21:58 WITA

Prabowo: Indonesia Segera Miliki Motor Listrik Nasional, Siap Diluncurkan dalam Beberapa Pekan

17 Juli 2026 - 21:08 WITA

Bahlil Prioritaskan Warga Lokal dalam Proyek LNG Abadi Masela, Dorong Ganti Untung untuk Masyarakat

17 Juli 2026 - 17:44 WITA

Trending di Nasional