Menu

Mode Gelap

News · 21 Agu 2025 23:52 WITA

Sri Mulyani: Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan untuk Jaga Keberlanjutan Program


 Sri Mulyani: Penyesuaian Iuran BPJS Kesehatan untuk Jaga Keberlanjutan Program Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa rencana penyesuaian tarif iuran BPJS Kesehatan bertujuan untuk menjaga keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Keberlanjutan dari JKN akan sangat bergantung kepada berapa manfaat yang diberikan untuk kepesertaan. Kalau manfaatnya makin banyak, berarti biayanya memang makin besar,” ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR di Jakarta, Kamis (21/8).

Menurutnya, penyesuaian tarif juga memungkinkan peningkatan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI). Namun, pemerintah tetap memperhatikan kemampuan peserta mandiri.

“Makanya kami memberikan subsidi sebagian dari yang mandiri. Mandiri itu masih Rp35.000 kalau tidak salah, harusnya Rp43.000. Jadi, Rp7.000 itu dibayar oleh pemerintah, terutama untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU),” jelasnya.

READ  Survei ISC: Tito Karnavian Jadi Menteri Berprestasi dengan Skor 70 %

Diskusi Lanjutan dengan DPR dan Kemenkes

Sri Mulyani menambahkan, keputusan akhir mengenai besaran penyesuaian iuran BPJS Kesehatan masih menunggu pembahasan lebih lanjut bersama DPR, Menteri Kesehatan, serta BPJS Kesehatan.

Dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran kesehatan sebesar Rp244 triliun. Dari jumlah itu, Rp123,2 triliun diperuntukkan bagi layanan kesehatan masyarakat, termasuk Rp69 triliun untuk bantuan iuran jaminan kesehatan 96,8 juta jiwa PBI dan 49,6 juta jiwa peserta PBPU/Bukan Pekerja (BP).

Wacana Penyesuaian Tarif Iuran

Rencana penyesuaian tarif iuran peserta BPJS Kesehatan tercantum dalam Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026. Pemerintah menilai program jaminan sosial kesehatan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kepatuhan pembayaran iuran hingga meningkatnya beban klaim.

READ  BI Buka Peluang Turunkan Suku Bunga di Akhir 2025, Perry Warjiyo: Ruang Masih Terbuka Lebar

“Oleh karena itu, penyesuaian iuran dapat dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kondisi fiskal pemerintah,” tertulis dalam Nota Keuangan RAPBN 2026.

Selain itu, pemerintah juga menyoroti dampak terhadap APBN, khususnya pada tiga aspek: penyesuaian bantuan iuran peserta PBI, peningkatan kontribusi pemerintah untuk peserta PBPU/BP Kelas III, serta beban iuran pemerintah sebagai pemberi kerja bagi PPU Penyelenggara Negara.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News