Menu

Mode Gelap

News · 4 Sep 2025 14:35 WITA

100 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Masjid Istiqlal, Maharnya Ditanggung Pemerintah


 100 Pasangan Ikuti Nikah Massal di Masjid Istiqlal, Maharnya Ditanggung Pemerintah Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) menggelar nikah massal yang diikuti 100 pasangan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Kamis (4/9/2025). Program ini menjadi bagian dari layanan negara untuk membantu warga yang ingin menikah namun terkendala biaya.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan, nikah massal merupakan bukti nyata hadirnya negara. “Banyak sekali orang yang mau melangsungkan perkawinan tapi terhambat biaya. Ini gratis semuanya, tidak ada biaya penghulu, bahkan maharnya pun ditanggung pemerintah,” ujarnya dalam konferensi pers.

Fasilitas Lengkap untuk Pasangan

Selain biaya akad nikah yang ditanggung penuh, peserta nikah massal juga mendapat fasilitas tambahan. Kemenag menyediakan penginapan gratis di hotel pada malam pernikahan serta bantuan modal usaha sebesar Rp2 juta per keluarga.

READ  150 Penumpang KM Makmur Jaya Dievakuasi Setelah Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari

Menurut Nasaruddin, langkah ini sekaligus mendorong budaya hemat. “Kalau orang menikah normal paling sedikit mengeluarkan Rp100 juta. Kalau itu dikonversi ke modal usaha, hasilnya bisa jauh lebih produktif untuk keluarga. Harapannya, pasangan ini dapat melahirkan anak-anak yang sholeh dengan pendidikan terprogram,” jelasnya.

Digelar di Luar Negeri

Program nikah massal Kemenag juga merambah komunitas diaspora. Bulan lalu, acara serupa diadakan di Taiwan dengan 87 pasangan. Ke depan, kegiatan ini akan dilaksanakan di Hong Kong, Malaysia, Arab Saudi, dan negara lain dengan jumlah warga Indonesia yang besar.

READ  Sandra Dewi Cabut Gugatan Keberatan Aset, Kejagung: Barang Bukti Sudah Clear, Siap Dieksekusi dan Dilelang

“Program ini tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga terbuka bagi pemeluk agama lain. Kemenag melalui direktorat jenderal bisa memfasilitasi pernikahan umat Protestan, Hindu, Buddha, hingga Konghucu yang terkendala biaya maupun administrasi,” tegas Nasaruddin.

Legalitas Pernikahan

Menag menilai, legalitas pernikahan penting agar warga bisa memperoleh dokumen kependudukan resmi. “Jadi ini sangat membantu. Ini peristiwa hukum, peristiwa adatnya ada, dan peristiwa syariahnya juga ada,” katanya.

Sebelumnya, pada dua bulan lalu Kemenag juga menggelar nikah massal dengan jumlah peserta serupa. Program ini akan terus digalakkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran negara dalam melindungi keluarga Indonesia.

READ  Menag Nilai Peralihan Layanan Haji ke BPH Langkah Strategis Tingkatkan Kualitas Pelayanan
Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News