Menu

Mode Gelap

News · 7 Sep 2025 12:31 WITA

BGN dan Kemenkes Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Karimun untuk Atasi Stunting


 BGN dan Kemenkes Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Karimun untuk Atasi Stunting Perbesar

SOALINDONESIA–KARIMUN Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperluas langkah inovatif dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Salah satunya melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini gencar dilaksanakan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menekan angka stunting dan malnutrisi, dengan menyasar kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, serta pelajar mulai dari PAUD hingga SLTA.

“Inisiatif ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah terhadap kesehatan generasi muda dan calon generasi penerus bangsa,” kata Kepala Koordinator BGN Wilayah Karimun, Anas Fitrawanda, Minggu (7/9).

READ  Realisasi Program Makan Bergizi Gratis Capai Rp13 Triliun, Layani 22,7 Juta Penerima per September 2025

Strategi Distribusi: Sekolah dan Posyandu Jadi Jalur Utama

Dalam penerapannya, Program MBG menggunakan pola distribusi berbeda untuk tiap kelompok sasaran. Bagi pelajar, makanan bergizi diberikan langsung melalui sekolah-sekolah di berbagai jenjang pendidikan. Sementara untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (B3), distribusi dilakukan melalui posyandu.

Metode ini dinilai efektif karena sekaligus meningkatkan kunjungan masyarakat ke posyandu. “Dengan adanya program MBG, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita semakin aktif datang ke posyandu. Mereka tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tapi juga layanan kesehatan rutin,” ujar Anas.

READ  Pertamina Patra Niaga Tegaskan Isu Pembatasan BBM dan Larangan untuk Kendaraan Pajak Mati adalah Hoaks

Relawan Posyandu Jadi Garda Depan

Keberhasilan Program MBG di Karimun juga tidak lepas dari peran relawan posyandu. Setiap posyandu dilengkapi minimal satu kader lokal yang bertugas melayani masyarakat sekaligus mendistribusikan makanan bergizi.

Selain itu, para relawan turut melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi penerima manfaat. Walau berstatus relawan, BGN memastikan mereka menerima insentif yang disalurkan melalui mitra pelaksana.

“Insentif ini penting untuk menjaga motivasi dan dedikasi para kader yang menjadi ujung tombak keberhasilan program di lapangan,” kata Anas.

Hingga kini, sudah ada 73 kader aktif yang ditempatkan di 73 posyandu di seluruh Kabupaten Karimun. Jumlah ini diproyeksikan terus bertambah seiring dengan rencana perluasan cakupan program MBG.

READ  Prabowo Panggil Pejabat Tinggi ke Istana, Bahas Keamanan dan Ketahanan Pangan

Dengan hadirnya Program Makan Bergizi Gratis, pemerintah berharap kualitas gizi masyarakat Karimun meningkat, sehingga angka stunting dan malnutrisi dapat ditekan secara signifikan.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News