Menu

Mode Gelap

News · 12 Sep 2025 22:02 WITA

Kejagung Geledah Apartemen Nadiem Makarim, Sita Dokumen Terkait Kasus Korupsi Laptop


 Kejagung Geledah Apartemen Nadiem Makarim, Sita Dokumen Terkait Kasus Korupsi Laptop Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan penggeledahan di apartemen milik mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait kasus dugaan korupsi pengadaan laptop dalam Program Digitalisasi Pendidikan periode 2019–2022. Penggeledahan berlangsung di kawasan Jakarta Selatan sekitar dua hingga tiga pekan lalu.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyidik tidak menemukan aliran uang, namun menyita sejumlah dokumen penting yang kini sedang didalami.

“(Penggeledahan) mungkin sekitar 2 atau 3 minggu yang lalu, nanti saya cek pastinya. Di salah satu tempat. Yang jelas terkait dokumen-dokumen saja dulu, sementara,” ujar Anang kepada wartawan, Jumat (12/9/2025).

READ  HUT PSI Ke 11, Gandi RMS Tunjuk Ikhsan AR Ketua PSI Wajo, Eks Kader Nasdem Jabat Ketua Harian

Nadiem Sudah Jadi Tersangka

Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan eks Mendikbudristek Nadiem Makarim sebagai tersangka dalam perkara korupsi pengadaan laptop untuk sekolah-sekolah di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Program yang berlangsung pada 2019–2022 itu menggunakan anggaran mencapai Rp9,3 triliun dengan total 1,2 juta unit laptop.

Laptop yang dipasok menggunakan sistem operasi Chrome (Chromebook), meski dinilai tidak efektif karena banyak daerah 3T belum memiliki akses internet memadai.

Selain Nadiem, empat tersangka lain juga sudah ditetapkan, yakni:

Mulyatsyah (Direktur SMP Kemendikbudristek 2020–2021)

Sri Wahyuningsih (Direktur SD Kemendikbudristek 2020–2021)

READ  12 Tokoh Antikorupsi Ajukan Amicus Curiae untuk Nadiem Makarim di Sidang Praperadilan Kasus Chromebook

Jurist Tan (mantan Staf Khusus Mendikbudristek)

Ibrahim Arief (mantan konsultan teknologi Kemendikbudristek)

Kerugian Negara Hampir Rp2 Triliun

Kejagung menduga negara mengalami kerugian hingga Rp1,98 triliun dalam proyek tersebut. Rinciannya, kerugian akibat pengadaan item software (CDM) sebesar Rp480 miliar dan mark up harga laptop mencapai Rp1,5 triliun.

“Penyidik masih mendalami peran para tersangka dan menelusuri aliran dana yang merugikan keuangan negara,” tambah Anang.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News