Menu

Mode Gelap

News · 13 Sep 2025 21:21 WITA

Kejari Sukabumi Tangkap Buronan Korupsi Kredit Bank Senilai Rp1,77 Miliar


 Kejari Sukabumi Tangkap Buronan Korupsi Kredit Bank Senilai Rp1,77 Miliar Perbesar

SOALINDONESIA–SUKABUMI Seorang mantan Kepala Cabang Bank BUMN Sukabumi Utara bernama Rihandani akhirnya berhasil ditangkap oleh tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukabumi setelah berstatus buronan kasus dugaan korupsi kredit bank.

Penangkapan dilakukan pada Jumat (12/9/2025) malam di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten. Rihandani sebelumnya dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan penyidik.

“Tersangka sebelumnya telah dipanggil secara patut pada 27 Agustus 2025 dan 2 September 2025, namun tidak memenuhi panggilan tanpa alasan yang sah,” ujar Plt. Kepala Seksi Intelijen Kejari Sukabumi, Hadrian Suharyono, dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/9/2025).

READ  Titiek Soeharto Bersyukur Dukungan Masyarakat Menguat, Soeharto Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Penangkapan ini berdasarkan dua surat perintah, yakni Surat Perintah Membawa Nomor: PRINT-1897/M.2.13/Fd.1/09/2025 dan Surat Perintah Penangkapan Nomor: PRINT-1896/M.2.13/Fd.1/09/2025 yang diterbitkan pada 12 September 2025.

Usai ditangkap, tersangka sempat dititipkan di Rutan Salemba Cabang Kejari Jakarta Selatan, sebelum akhirnya pada Sabtu (13/9) dibawa ke Kantor Kejari Sukabumi.

“Betul, tersangka telah diserahkan ke Penyidik Pidsus untuk diperiksa lebih lanjut dan akan dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di tingkat penyidikan,” tambah Hadrian.

Modus Korupsi Kredit Bank

Penyidik menduga Rihandani terlibat dalam dua kasus korupsi yang berkaitan dengan pengelolaan pelunasan kredit di Bank BRI.

READ  Jakarta Jadi Provinsi Pertama di Indonesia dengan Pos Bantuan Hukum di Setiap Kelurahan

Kasus pertama terjadi di Bank BUMN Situmekar pada periode 2021–2023.

Kasus kedua terjadi di Bank BRI Sukabumi Utara pada 2023.

Modus yang dijalankan adalah penyalahgunaan fasilitas kredit, sehingga menimbulkan kerugian negara sebesar Rp1.770.097.675 atau sekitar Rp1,77 miliar.

Dijerat UU Tipikor

Atas perbuatannya, Rihandani dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHPidana.

Secara subsider, ia juga dijerat dengan Pasal 3 jo. Pasal 18 Ayat (1) huruf b UU Tipikor.

READ  Mantan Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona Diperiksa Kejati Lampung Terkait Dugaan Korupsi SPAM Rp8 Miliar
Artikel ini telah dibaca 18 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News