Menu

Mode Gelap

News · 1 Okt 2025 15:44 WITA

Kasus Keracunan Meningkat, Kepala BGN Instruksikan Dapur MBG Gunakan Air Galon untuk Masak


 Kasus Keracunan Meningkat, Kepala BGN Instruksikan Dapur MBG Gunakan Air Galon untuk Masak Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menggunakan air mineral galon untuk memasak makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kasus keracunan massal yang menimpa ribuan siswa di berbagai daerah dalam dua bulan terakhir.

Instruksi tersebut disampaikan Dadan saat menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (1/10/2025), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

“Kita juga menyarankan untuk lebih meningkatkan sanitasi. Terutama untuk memasak, kita sudah instruksikan agar mereka menggunakan air galon,” kata Dadan dalam rapat tersebut.

Presiden Prabowo Instruksikan Dapur MBG Dilengkapi Alat Sterilisasi

Tak hanya soal air bersih, BGN juga menaruh perhatian besar pada standar sanitasi alat makan di dapur-dapur MBG. Dadan mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengarahkan agar seluruh SPPG dilengkapi dengan alat sterilisasi, demi menjamin kebersihan dan keamanan makanan yang disajikan.

READ  Lebih dari 100 Siswa di TTS NTT Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis, Polisi Dirikan Tenda Darurat

“Beberapa SPPG sudah memiliki alat sterilisasi dengan pemanas gas yang bisa memanaskan 120 derajat dalam satu menit. Ini sudah bisa melakukan sterilisasi alat makan,” ungkap Dadan.

Dorong Sertifikasi SLHS dan HACCP Demi Standar Global

BGN juga telah menyusun langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan gizi secara menyeluruh, salah satunya dengan mewajibkan sertifikasi laik higiene dan sanitasi (SLHS) bagi seluruh dapur MBG.

“Kami sudah membuat Peraturan Keputusan Kepala Badan terkait dengan persiapan sertifikasi laik higiene dan sanitasi,” jelas Dadan.

Tak berhenti di situ, BGN juga tengah mengupayakan penerapan sistem keamanan pangan berbasis standar internasional melalui skema HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points).

“Kami tidak hanya berkaitan dengan sanitasi, kami juga ingin menerapkan sertifikasi keamanan pangan berupa HACCP,” tegasnya.

SPPG Dianggap Jadi Biang Keracunan, SOP Banyak Dilanggar

READ  Polda Metro Jaya: Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara Segera Diumumkan

Menanggapi pertanyaan Komisi IX soal penyebab keracunan, Dadan mengungkapkan bahwa mayoritas kasus disebabkan oleh kelalaian di tingkat SPPG, mulai dari pengadaan bahan baku, pengolahan, hingga distribusi makanan.

“Kita bisa identifikasi bahwa kejadian itu rata-rata karena SOP yang kita tetapkan tidak dipatuhi dengan seksama,” ujarnya.

Ia menyebut, ada dapur yang membeli bahan baku pada H-4, padahal seharusnya dilakukan pada H-2. Selain itu, proses pengiriman makanan juga kerap melewati batas waktu maksimal 4 jam, yang menjadi standar keamanan pangan MBG.

“Ada proses masak sampai pengiriman yang dilakukan lebih dari 6 jam. Ini sangat rentan,” jelasnya.

BGN Tutup Sementara Dapur MBG yang Langgar SOP

Sebagai langkah tegas, Dadan menyatakan bahwa BGN telah menutup sementara sejumlah SPPG yang terbukti melanggar SOP dan menimbulkan insiden keracunan.

“Kita memberikan tindakan bagi SPPG yang tidak melalui SOP dan juga menimbulkan kegaduhan. Kita tutup sementara sampai semua proses perbaikan dilakukan,” tegasnya.

READ  Nurdin Halid Pilih Annur Travel, Pelayanan Istimewa Jadi Alasan Utama

Penutupan ini, kata Dadan, bersifat sementara namun tidak dibatasi waktu, tergantung pada kecepatan SPPG melakukan evaluasi dan perbaikan, serta hasil investigasi menyeluruh yang tengah berlangsung.

“Penutupan bersifat sementara tersebut waktunya tidak terbatas, tergantung dari kecepatan SPPG mampu melakukan penyesuaian diri dan juga menunggu hasil investigasi,” pungkasnya.

Latar Belakang: Program Strategis Presiden Prabowo di Tengah Sorotan

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menyasar anak-anak sekolah di seluruh Indonesia. Sejak diluncurkan awal 2025, program ini telah menyajikan lebih dari 1,1 miliar porsi makanan, menurut data terbaru BGN.

Namun dalam pelaksanaannya, program ini juga menghadapi tantangan serius, terutama di sektor higiene dan sanitasi dapur penyedia, yang berdampak langsung pada kesehatan anak-anak. Evaluasi dan pengawasan ketat terhadap SPPG kini menjadi fokus utama pemerintah.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News