Menu

Mode Gelap

News · 4 Okt 2025 16:15 WITA

Rumah Eks Direktur Keuangan Jiwasraya Terpidana Harry Prasetyo Laku Rp2,7 Miliar di Lelang Negara


 Rumah Eks Direktur Keuangan Jiwasraya Terpidana Harry Prasetyo Laku Rp2,7 Miliar di Lelang Negara Perbesar

SOALINDONESIA–TANGERANG  Rumah mewah milik terpidana kasus korupsi Jiwasraya, Harry Prasetyo, resmi terjual dalam proses lelang negara. Aset tersebut laku dengan harga Rp2,783 miliar dan hasilnya langsung disetorkan ke kas negara.

Kepala Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung, Amir Yanto, mengatakan bahwa properti yang dijual merupakan satu bidang tanah dan bangunan seluas 240 meter persegi yang berlokasi di kawasan elite Perumahan Puspita Loka BSD, tepatnya di Jalan Wadelia Blok G Nomor 6, Kelurahan Lengkong Gudang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan.

“Objek yang dilelang merupakan barang rampasan negara dari terpidana Harry Prasetyo, berdasarkan Putusan Mahkamah Agung Nomor 2933 K/Pid.Sus/2021, dan telah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht,” ujar Amir dalam keterangan resminya, Sabtu (4/10/2025).

READ  Gunung Lewotobi Laki-Laki Meletus Sore Ini, BNPB Keluarkan Peringatan

Lelang via E-Auction Tanpa Kehadiran Peserta

Proses pelelangan dilaksanakan pada Kamis, 2 Oktober 2025, melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL Tangerang I) dengan mekanisme penawaran tertulis tanpa kehadiran peserta (closed bidding) melalui aplikasi resmi E-Auction di situs https://lelang.go.id.

Penawaran dibuka hingga pukul 10.00 WIB sesuai waktu server sistem. Rumah itu akhirnya terjual dengan nilai Rp2.783.000.000.

“Percepatan penyelesaian barang rampasan negara merupakan langkah strategis dalam rangka pemulihan keuangan negara dan optimalisasi penerimaan negara,” tegas Amir.

Kilasan Kasus Korupsi Jiwasraya: Peran Sentral Harry Prasetyo

READ  Mensos Gus Ipul Imbau Publik Tak Berspekulasi Soal Dugaan Bullying di Kasus Ledakan SMAN 72 Jakarta

Kasus Jiwasraya mencuat ke publik setelah perusahaan asuransi pelat merah tersebut mengalami gagal bayar polis senilai triliunan rupiah pada akhir 2019. Temuan awal menunjukkan adanya penyimpangan dalam pengelolaan dana investasi yang melibatkan sejumlah pejabat dan pihak swasta.

Penyelidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung dan otoritas terkait mengungkap adanya praktik korupsi dan pencucian uang, termasuk manipulasi laporan keuangan selama beberapa tahun.

Harry Prasetyo, yang menjabat sebagai Direktur Keuangan Jiwasraya, terbukti memainkan peran penting dalam pengelolaan investasi yang merugikan negara dan nasabah. Ia turut terlibat dalam pengadaan produk investasi berisiko tinggi yang tidak sesuai prinsip kehati-hatian.

READ  Dua Mahasiswa Terbakar Saat Demo di Halaman DPRD Seram Bagian Timur

Pada Agustus 2021, Mahkamah Agung resmi menjatuhkan vonis kepada Harry Prasetyo sebagai terpidana kasus korupsi dan TPPU, dan memutuskan penyitaan sejumlah aset pribadi, termasuk rumah mewah yang kini telah dijual.

Pemulihan Aset, Langkah Tegas Negara

Penjualan rumah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memulihkan kerugian keuangan negara akibat mega korupsi Jiwasraya yang menelan kerugian hingga Rp16,8 triliun.

Melalui Badan Pemulihan Aset, Kejaksaan Agung terus melakukan identifikasi, penyitaan, dan pelelangan terhadap aset-aset para terpidana kasus besar sebagai bentuk nyata penegakan hukum dan pengembalian hak negara.

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional