Menu

Mode Gelap

News · 16 Okt 2025 16:39 WITA

Keluarga Diplomat Arya Daru Minta Bareskrim Ambil Alih Kasus: “Kami Tidak Akan Mundur Satu Langkah Pun”


 Keluarga Diplomat Arya Daru Minta Bareskrim Ambil Alih Kasus: “Kami Tidak Akan Mundur Satu Langkah Pun” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Tim kuasa hukum keluarga almarhum diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan, meminta Bareskrim Polri untuk mengambil alih penyidikan kasus kematian kliennya yang hingga kini masih ditangani oleh Polda Metro Jaya.

Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh dua penasihat hukum keluarga, Mira Widyawati dan Virza Benzani, saat mendatangi Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Kamis (16/10).

“Hari ini kami dari tim penasihat hukum almarhum ADP datang ke Bareskrim untuk menyampaikan surat permohonan pengambilalihan penyidikan, sekaligus permintaan agar dilakukan gelar perkara khusus,” ujar Mira Widyawati kepada wartawan di lokasi.

Tak Dapat Akses Data dan TKP

Mira mengungkapkan alasan utama permintaan tersebut adalah karena tim hukum tidak mendapatkan akses penuh terhadap data penyelidikan dari pihak Polda Metro Jaya, serta belum diizinkan untuk meninjau lokasi kejadian atau tempat kejadian perkara (TKP).

“Data-data penyelidikan tidak diberikan, dan kami juga tidak diberi izin untuk melihat langsung TKP. Artinya, langkah ke Bareskrim ini kami ambil agar penanganan kasus lebih transparan,” jelas Mira.

READ  Oknum Polisi Diduga Pelaku Utama Pembunuhan Dosen di Bungo, Kapolda Jambi: Sudah Ditahan

Ia menambahkan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan bagian Wasidik Bareskrim terkait laporan yang sebelumnya pernah mereka sampaikan. Dari informasi yang diterima, Bareskrim sedang menyiapkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Penanganan Dumas (SP3D) serta laporan kemajuan (Lapju) yang akan diteruskan ke Polda Metro Jaya.

Keluarga Tetap Akan Berjuang

Mira menegaskan, pihak keluarga tidak akan berhenti berjuang untuk mengungkap dugaan kejanggalan dalam kematian Arya Daru.

“Kami, tim kuasa hukum almarhum ADP yang mewakili keluarga, tetap akan maju dan tidak akan mundur satu langkah pun,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa upaya hukum ini telah mendapat dukungan dari Komisi III DPR dan Kementerian Luar Negeri (Kemlu), mengingat Arya merupakan salah satu diplomat muda berprestasi di kementerian tersebut.

“Kemlu adalah keluarga besar dari almarhum ADP. Dukungan moral dan institusional tetap ada untuk mengawal kasus ini,” ujarnya.

READ  KPK Sebut Ustaz Khalid Basalamah Kembalikan Uang Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Belum Ada Gelar Perkara Resmi

Lebih lanjut, Mira menyebut bahwa penyidik belum pernah melakukan gelar perkara resmi sejak kasus kematian Arya mencuat. Ia mengatakan, sejauh ini hanya ada simpulan ahli yang dikeluarkan pada 28 Juli 2025, bukan gelar perkara.

“Untuk gelar perkara ternyata belum pernah dilakukan. Yang ada hanya simpulan ahli pada tanggal 28 Juli. Artinya, kasus ini belum ditutup dan masih perlu ditindaklanjuti,” katanya.

Indikasi Kematian Tidak Wajar

Sementara itu, Virza Benzani, rekan Mira, menyatakan bahwa keluarga menolak anggapan kematian Arya sebagai bunuh diri. Ia menilai sejumlah fakta di lapangan menunjukkan adanya indikasi kuat bahwa Arya meninggal akibat dibunuh.

“Kalau bisa kita katakan, itu jelas peristiwa pembunuhan. Karena itu, keluarga meminta agar perkaranya diungkap secara profesional dan transparan,” ujarnya tegas.

Virza juga menyoroti lambannya proses penyidikan di tingkat Polda Metro Jaya. Menurutnya, sejak kejadian pada 28 Juli 2025, belum ada gelar perkara dan belum ada perkembangan signifikan.

READ  KPK Periksa Ridwan Kamil Terkait Kasus Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB, Aset dan Penghasilan Jadi Sorotan

“Artinya, kalau penyidik sekarang di Polda Metro Jaya tidak mampu atau tidak punya keinginan untuk menuntaskan perkara ini, maka sebaiknya Mabes Polri yang mengambil alih,” katanya.

Polda Metro Janji Sampaikan Perkembangan

Sebelumnya, pihak Polda Metro Jaya menyatakan akan menggelar pertemuan dengan keluarga Arya Daru untuk menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus tersebut.

“Kamis dari tim akan hadir lengkap, kemudian nanti akan disambut dari Direktorat Kriminal Umum untuk memaparkan hasil penyelidikan hingga hari ini,” kata Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Metro Jaya AKBP Reonald Simanjuntak, Jumat (10/10).

Kasus kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat muda berusia 28 tahun yang ditemukan tewas di kediamannya pada 28 Juli 2025, hingga kini masih menyisakan banyak tanda tanya. Pihak keluarga menduga kuat adanya unsur kekerasan di balik kematian tersebut dan menuntut proses penyidikan yang transparan serta profesional dari aparat penegak hukum.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News