Menu

Mode Gelap

News · 27 Okt 2025 02:36 WITA

BGN Ingatkan Pengelola Dapur MBG Wajib Patuhi SOP: Air Galon untuk Masak hingga Sterilisasi Wadah Makanan


 BGN Ingatkan Pengelola Dapur MBG Wajib Patuhi SOP: Air Galon untuk Masak hingga Sterilisasi Wadah Makanan Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk benar-benar memperhatikan standar operasional prosedur (SOP) dalam pengolahan bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan guna mencegah terjadinya kasus keracunan makanan yang bisa membahayakan penerima manfaat program.

Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya menegaskan, setiap dapur MBG wajib menjalankan seluruh prosedur yang telah ditetapkan tanpa pengecualian, termasuk dalam hal penggunaan air yang higienis untuk proses memasak.

“Sudah ada SOP dan perintah yang tidak bisa ditawar, seperti merebus atau memasak harus menggunakan air dalam kemasan galon yang telah terjamin higienitasnya,” ujar Sony, dikutip dari Antara, Minggu (26/10/2025).

Air Galon dan Sterilisasi Jadi Wajib

Menurut Sony, penggunaan air galon bukan sekadar anjuran, melainkan keharusan agar kualitas makanan tetap aman dikonsumsi dan tidak mengandung bakteri berbahaya.

READ  Ahok Tegaskan Tolak Tawaran Jabatan dari Gubernur DKI Pramono Anung

Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh petugas dan pengelola dapur SPPG memastikan kebersihan wadah makanan (food tray atau ompreng) yang digunakan untuk menyajikan menu MBG.

“Setelah wadah dikembalikan ke SPPG, petugas wajib mencucinya secara bersih dan melanjutkan dengan proses sterilisasi. Biasanya, alat yang digunakan adalah oven pemanas,” jelasnya.

Sony menegaskan bahwa kebersihan wadah dan peralatan dapur merupakan faktor kunci dalam menjaga mutu gizi serta mencegah kontaminasi makanan.

Kolaborasi dengan Asosiasi Chef Internasional

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan, BGN juga menjalin kerja sama dengan International Chef Association. Kolaborasi ini bertujuan memberikan pendampingan teknis bagi SPPG yang baru beroperasi, terutama yang usia operasionalnya masih di bawah dua bulan.

“Asosiasi juru masak akan menerjunkan para chef untuk meningkatkan kapasitas petugas SPPG dalam mengolah makanan dengan memperhatikan aspek kebersihan dan kesehatan,” ujar Sony.

READ  Aktivitas Tambang Emas Ilegal di Sekotong Lombok Barat Berhenti, Polisi Dorong Penetapan Tersangka

Pendampingan tersebut meliputi pelatihan teknik memasak sehat, pengelolaan bahan baku bergizi, hingga penerapan food safety management system sesuai standar internasional.

Evaluasi Harian dan Mekanisme Pengawasan Ketat

Sony menambahkan, BGN melakukan evaluasi rutin setiap hari terhadap tata kelola operasional SPPG di seluruh daerah. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses — mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, penyajian, hingga distribusi paket MBG — berjalan sesuai aturan.

“BGN terus membenahi tata kelola di setiap SPPG agar tidak ada lagi kasus keracunan. Kami ingin setiap dapur MBG betul-betul memenuhi standar higienitas dan keamanan pangan,” tegasnya.

Apabila ditemukan pelanggaran atau laporan adanya kasus keracunan, BGN tak segan melakukan penutupan sementara terhadap SPPG terkait untuk dilakukan penyelidikan dan evaluasi menyeluruh.

READ  Gerak Cepat: Bantuan Presiden untuk Sumbar Tembus Wilayah Terisolir, Alat Berat dan Helikopter Dikerahkan

Ada “Security Food” untuk Cegah Bakteri

Sebagai langkah antisipatif, BGN juga menerapkan sistem “security food”, yakni mekanisme pengawasan mutu makanan dengan memeriksa kemungkinan adanya kontaminasi bakteri atau zat berbahaya dalam bahan maupun menu MBG.

“Ada security food fungsinya adalah untuk mengecek barangkali ada kandungan bakteri atau apa,” jelas Sony.

Dengan pengawasan ketat dan kerja sama lintas lembaga, BGN berharap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan aman, higienis, dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat, terutama anak-anak sekolah dan kelompok rentan gizi di seluruh Indonesia.

“Kami ingin memastikan setiap menu MBG yang diterima masyarakat bukan hanya lezat dan bergizi, tapi juga benar-benar aman dikonsumsi,” pungkas Sony Sanjaya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Pelayanan Jadi Kunci, PT Annur Maarif Catat Peningkatan Signifikan Pendaftar Haji Khusus

11 Juni 2026 - 15:59 WITA

Ketua Koperasi KIM Soroti Kenaikan Potongan Timbangan Sawit oleh PT Teguh Wira Pratama

9 Juni 2026 - 23:23 WITA

Pengamat Nilai Pengangkatan Anak Menteri Haji Sarat Etika

9 Juni 2026 - 10:11 WITA

Dua Anak Menteri Haji dan Umrah Jadi TA, Dapat Fasilitas Istimewa Hingga Haji Non Antrian

7 Juni 2026 - 15:00 WITA

Menghapus Jarak, Menghadirkan Harapan: Puskesmas Kai dan Kerja Nyata Bupati Tolikara untuk Pelosok Papua Pegunungan

7 Juni 2026 - 08:52 WITA

Anak Menteri Haji Jadi Tenaga Ahli, Transparansi Kementrian haji Dipertanyakan

6 Juni 2026 - 22:55 WITA

Trending di Nasional