Menu

Mode Gelap

News · 29 Okt 2025 02:40 WITA

Gempa 4,3 Guncang Lebak Banten, Disusul Guncangan 6,8 di Tanimbar Maluku, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami


 Gempa 4,3 Guncang Lebak Banten, Disusul Guncangan 6,8 di Tanimbar Maluku, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Dua gempa bumi mengguncang wilayah Indonesia pada Selasa malam (28/10/2025). Guncangan pertama terjadi di Muara Binuangeun, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dengan kekuatan magnitudo 4,3 pada pukul 21.04 WIB. Tak lama berselang, gempa kedua berkekuatan 6,8 magnitudo mengguncang Tanimbar, Provinsi Maluku, pada pukul 21.40 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pusat gempa di Muara Binuangeun berada pada koordinat 7.25 Lintang Selatan (LS) dan 105.55 Bujur Timur (BT), berjarak sekitar 58 kilometer arah barat daya Muara Binuangeun, dengan kedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut.

READ  Menko AHY Tegaskan Kesiapan Pemerintah Hadapi Lonjakan Mobilitas Nataru dan Cuaca Ekstrem

Meski tidak terlalu besar, guncangan tersebut dirasakan di sejumlah wilayah di pesisir selatan Banten. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

“Gempa yang terjadi di Muara Binuangeun termasuk dalam kategori dangkal dan tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam keterangannya resmi, Selasa malam.

Gempa 6,8 di Tanimbar Maluku

Sekitar 36 menit kemudian, BMKG juga mencatat gempa kuat dengan magnitudo 6,8 mengguncang wilayah Tanimbar, Provinsi Maluku. Gempa tersebut berada di titik koordinat 6.81 LS dan 130.13 BT, atau sekitar 183 kilometer arah barat laut Tanimbar.

READ  Gempa M 6,2 Guncang Bolaang Uki, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Pusat gempa terletak di kedalaman 185 kilometer dari permukaan laut, yang berarti termasuk kategori gempa dalam (deep focus earthquake). Menurut BMKG, karakteristik gempa dalam seperti ini umumnya tidak menyebabkan kerusakan parah di permukaan.

“Gempa di wilayah Tanimbar tidak berpotensi tsunami karena kedalamannya cukup besar,” jelas BMKG.

Masyarakat di sekitar lokasi gempa dilaporkan sempat merasakan guncangan dengan intensitas sedang, namun kondisi berangsur normal beberapa menit setelah kejadian.

Imbauan BMKG

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta memastikan bangunan tempat tinggal mereka tahan terhadap gempa, serta selalu waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

READ  Mendagri Tito Karnavian Siap Bertolak ke Cilacap untuk Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana Usai Banjir dan Longsor Memakan Korban

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan memastikan informasi diperoleh dari kanal resmi BMKG,” tulis lembaga tersebut melalui akun media sosial resminya.

Hingga berita ini diturunkan, BMKG masih terus memantau perkembangan aktivitas seismik di kedua wilayah tersebut dan memastikan bahwa kedua gempa tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Kapolri Rotasi Sejumlah Pejabat, Kakortastipidkor hingga Kapolres Berganti

28 Februari 2026 - 21:16 WITA

Dirtipidnarkoba Bareskrim: Eks Kapolres Bima Kota Diduga Terima “Uang Keamanan” dari Bandar Narkoba

28 Februari 2026 - 20:57 WITA

Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan 2026 Rp769,1 Triliun Disepakati Pemerintah dan DPR, MBG Tak Kurangi Program Sekolah

28 Februari 2026 - 20:49 WITA

BGN Hentikan Sementara 47 SPPG hingga Hari ke-9 Ramadhan, Temukan Menu MBG Tak Layak Konsum

28 Februari 2026 - 20:41 WITA

Kejagung Ajukan Banding atas Vonis 9 Terdakwa Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina

28 Februari 2026 - 20:34 WITA

BGN Luruskan Informasi Alokasi Dana MBG, Rp500 Juta per 12 Hari untuk Setiap SPPG

28 Februari 2026 - 20:21 WITA

Trending di News