Menu

Mode Gelap

News · 29 Okt 2025 02:49 WITA

Menkeu Purbaya: Proyek Kereta Cepat Whoosh Dorong Ekonomi Daerah Sekitar, Bukan Lagi Beban Fiskal Negara


 Menkeu Purbaya: Proyek Kereta Cepat Whoosh Dorong Ekonomi Daerah Sekitar, Bukan Lagi Beban Fiskal Negara Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa proyek kereta cepat Whoosh Jakarta–Bandung memiliki misi penting dalam menghidupkan perekonomian daerah di sekitar jalur dan stasiun pemberhentiannya. Hal itu disampaikan Purbaya usai menghadiri Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Selasa (28/10/2025).

Menurut Purbaya, pembangunan Whoosh tidak hanya berorientasi pada efisiensi transportasi, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pengembangan wilayah atau regional development.

“Ada betulnya juga sedikit (pernyataan Jokowi), karena kan Whoosh sebetulnya ada misi regional development juga,” ujarnya kepada wartawan.

Pengembangan Ekonomi Sekitar Stasiun Whoosh

Saat ini, kereta cepat Whoosh memiliki empat stasiun pemberhentian utama, yakni Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. Keempat titik tersebut, kata Purbaya, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Namun demikian, ia menilai pengembangan kawasan di sekitar stasiun masih perlu digencarkan agar manfaat ekonomi proyek ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

READ  Menkeu Purbaya Tunggu Izin Mensesneg untuk Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA

“Yang regionalnya belum dikembangkan mungkin di mana ada pemberhentian di sekitar jalur Whoosh supaya ekonomi sekitar itu tumbuh. Itu harus dikembangkan ke depan, jadi ada betulnya,” imbuhnya.

Purbaya menegaskan, keberadaan Whoosh seharusnya menjadi pemicu pertumbuhan sektor produktif seperti UMKM, pariwisata, dan properti di daerah-daerah sekitar jalur kereta cepat.

Whoosh Tidak Lagi Jadi Beban Fiskal Negara

Lebih lanjut, Purbaya memastikan bahwa proyek kereta cepat Whoosh tidak lagi menjadi beban fiskal negara. Menurutnya, pembiayaan dan pengelolaan kini sudah ditangani oleh Danantara Indonesia, entitas yang bertanggung jawab atas aspek keuangan proyek tersebut.

“Whoosh, kan kita enggak biayain kan? Sekarang enggak ada (risiko fiskal). Danantara yang bayar, kan harusnya begitu,” tegasnya.

Dengan demikian, kata Purbaya, APBN tidak lagi menanggung risiko langsung dari sisi utang proyek tersebut. Pemerintah kini fokus memastikan proyek berjalan efisien dan memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.

READ  Ketua MPR Soroti Nasionalisme, Program Strategis Pemerintah, dan Dukungan untuk Palestina

Jokowi: Transportasi Massal Beri Keuntungan Sosial

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pembangunan moda transportasi massal seperti MRT, LRT, KRL, hingga Whoosh, tidak semata diukur dari sisi keuntungan finansial, melainkan dari keuntungan sosial (social return of investment).

“Transportasi massal bukan diukur dari laba, tapi dari keuntungan sosial — pengurangan emisi karbon, peningkatan produktivitas masyarakat, penurunan polusi, dan waktu tempuh yang lebih cepat,” ujar Jokowi di Solo, dikutip dari Antara, Senin (27/10).

Jokowi menilai kehadiran Whoosh telah memberikan dampak positif, terutama di kawasan Bandung dan sekitarnya. Peningkatan aktivitas pariwisata serta kenaikan nilai properti menjadi bukti efek ganda yang dihasilkan proyek tersebut.

READ  Ketum PBNU Gus Yahya Datangi Tebuireng, Beri Penjelasan ke Kiai Sepuh Soal Kisruh Internal

“Di Bandung dengan adanya Whoosh juga bagus, pariwisata meningkat, nilai properti naik. Itu sebagai pembanding,” kata Jokowi.

Catat 12 Juta Penumpang, Prospek Cerah ke Depan

Sejak diresmikan, Whoosh mencatat kinerja yang menjanjikan dari sisi jumlah penumpang. Saat ini, kereta cepat tersebut mengangkut sekitar 19.000 penumpang per hari, dengan total lebih dari 12 juta penumpang sejak awal beroperasi.

“Makin banyak yang pakai maka kerugian makin kecil. Apalagi ini kan baru tahun-tahun pertama. Perkiraan akan turun lagi (kerugian) setelah enam tahun, tergantung perpindahan orang dari transportasi pribadi ke transportasi massal,” jelas Jokowi.

Dengan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan kawasan sekitar stasiun serta memastikan efisiensi pembiayaan, proyek Whoosh diharapkan menjadi simbol integrasi transportasi modern dan penggerak ekonomi daerah dalam visi pembangunan nasional era Prabowo–Gibran.

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Kuasa Hukum Tegaskan Febrie Adriansyah Tak Terkait Money Changer dan Isi Brankas di Sentul

18 Juli 2026 - 00:51 WITA

Kuasa Hukum Don Ritto Sebut Rumah Sentul Milik Febrie Dipinjam untuk Operasional Yayasan

18 Juli 2026 - 00:36 WITA

Komisi IX DPR Minta BGN Fokus Benahi Tata Kelola dan Tuntaskan Persoalan Program MBG

18 Juli 2026 - 00:16 WITA

Ketum PPP Dorong Perempuan Dapat Porsi Lebih Besar di Organisasi dan Pemerintahan

17 Juli 2026 - 22:12 WITA

Don Ritto Resmi Ditahan Kejagung Usai Dilimpahkan Polda Metro Jaya

17 Juli 2026 - 21:43 WITA

OJK Cabut Izin Usaha BPRS Hasanah Mandiri, Dana Nasabah Dijamin LPS

17 Juli 2026 - 17:38 WITA

Trending di News