Menu

Mode Gelap

News · 30 Okt 2025 17:11 WITA

BEI Bentuk Tim Khusus Pantau Saham Gorengan, Respons Arahan Menkeu Purbaya


 BEI Bentuk Tim Khusus Pantau Saham Gorengan, Respons Arahan Menkeu Purbaya Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Bursa Efek Indonesia (BEI) merespons permintaan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk mengawasi pergerakan saham tidak wajar atau saham gorengan. Langkah ini dilakukan guna menjaga perlindungan investor dan integritas pasar modal.

Direktur Pengembangan BEI, Jeffrey Hendrik, menyampaikan pihaknya akan membentuk tim kerja khusus untuk memantau saham-saham yang berpotensi dimanipulasi.

“Akan ada tim kerja. Intinya, kalau terkait perlindungan investor itu selalu menjadi prioritas kami. Kami akan bekerja keras terus untuk itu,” ujar Jeffrey di Jakarta, dikutip Kamis (30/10/2025).

Meski demikian, Jeffrey belum mengungkap detail lebih lanjut mengenai mekanisme tim kerja tersebut.

READ  Industri Tembakau Moncer di Oktober 2025, Kemenperin Sebut Ada ‘Purbaya Effect’ Usai Menkeu Putuskan Tak Naikkan Cukai Rokok

Menkeu Tekankan Pentingnya Bersih-bersih Pasar Modal

Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meminta BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menindak pelaku manipulatif di pasar saham. Ia menargetkan proses pembersihan pasar modal dari spekulan saham gorengan dapat dilakukan dalam waktu satu tahun ke depan.

“Kalau selama setahun bersih-bersih saja, sementara saya bisa lihat saham yang digoreng. Saya kan mengamati pasar saham juga ya, ada yang menggoreng-goreng, sebagian juga saya kenal pemainnya, yang ikut bukan main, yang bukan market maker, tapi yang ikut,” kata Purbaya beberapa waktu lalu.

READ  Menkeu Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV 2025 Tembus di Atas 5,5 Persen

Menkeu menekankan penertiban saham gorengan juga penting untuk menjaga minat investasi generasi muda. Saat ini, sekitar 50 persen investor pasar modal berasal dari kalangan muda, sehingga praktik tidak sehat berisiko menurunkan kepercayaan mereka.

“Kalau itu enggak dibersihin sayang. Minat Gen Z atau kalangan muda yang berinvestasi di pasar modal sekarang bisa hilang. Kalau dirapikan, mereka akan berani masuk ke pasar saham karena berpikir bahwa di sana fair game,” ujarnya.

Peluang Insentif Fiskal untuk Pasar Modal Bersih

Lebih lanjut, Menkeu Purbaya membuka peluang pemberian insentif fiskal bagi pelaku pasar modal yang mendukung terciptanya pasar bersih dan berintegritas. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah pengurangan beban pajak untuk investor atau pelaku pasar modal yang patuh.

READ  Kabar Gembira, Pemerintah Naikkan Gaji ASN, TNI, Polri, hingga Pejabat Negara Lewat Perpres 79/2025

“Nanti kita lihat seperti apa, tapi saya bisa dukung itu kalau mereka bekerja lebih keras lagi untuk menjaga integritas pasar modal itu sendiri,” kata Purbaya.

Langkah ini diharapkan meningkatkan kepercayaan investor, terutama kalangan muda, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dan regulator untuk menjadikan pasar modal Indonesia lebih sehat dan transparan.

Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

Willy Aditya Guyon Soal “Merger” NasDem–Gerindra di Rapat DPR

13 April 2026 - 14:47 WITA

Wacana Pengambilalihan PNM dan Whoosh oleh Kemenkeu Dikritik Ekonom

13 April 2026 - 14:37 WITA

Rupiah Melemah ke Rp17.135 per Dolar AS, Imbas Ketegangan Iran–AS Meningkat

13 April 2026 - 14:20 WITA

Jokowi Bantah Isu Caplok Partai NasDem: “Tidak Ada Sama Sekali”

13 April 2026 - 14:13 WITA

Ceramah JK di UGM Berujung Laporan Polisi, Ini Isi dan Penjelasannya

13 April 2026 - 14:08 WITA

Kaesang Pangarep: PSI Kebut Mesin Politik, Target Siap “Perang” di Pemilu 2029

12 April 2026 - 19:24 WITA

Trending di News