Menu

Mode Gelap

News · 4 Nov 2025 15:06 WITA

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Ekonomi China Tetap Kuat: “Saya Nggak Percaya China Akan Jatuh”


 Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Yakin Ekonomi China Tetap Kuat: “Saya Nggak Percaya China Akan Jatuh” Perbesar

SOALINDONESIA–JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak terkait potensi krisis ekonomi di China. Ia menilai bahwa meskipun ada tanda-tanda perlambatan, perekonomian Negeri Tirai Bambu masih memiliki fundamental kuat dan instrumen kebijakan yang efektif untuk menjaga stabilitas serta mendorong pertumbuhan.

“Saya termasuk yang nggak percaya kalau China jatuh dalam waktu dekat. Bahkan kemarin saat gonjang-ganjing, mereka injek uang ke perekonomian ratusan miliar dolar, jadi keliatannya mereka masih akan bagus,” ujar Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komite IV Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

China Dinilai Pandai Mengelola Krisis

Menurut Purbaya, sistem ekonomi China yang dikendalikan oleh pemerintah—terutama dalam pengelolaan devisa dan suku bunga—memberi fleksibilitas tinggi bagi mereka untuk memberikan stimulus fiskal maupun moneter saat dibutuhkan.

“China itu dikhawatirkan akan hancur, tapi mereka negara komunis, devisa di tangan mereka, bunga juga di tangan pemerintah. Jadi gampang saja kalau mau kasih stimulus ke perekonomian, dan selama ini indikasinya jelas mereka cukup pandai,” ujarnya menegaskan.

READ  1.240 Orang Ditangkap Usai Demo Ricuh di Jakarta, Kerugian Capai Rp55 Miliar

Purbaya menyebut langkah pemerintah China yang menyuntikkan dana besar ke sektor riil sebagai bukti kecerdasan dalam menjaga kestabilan perekonomian nasional di tengah tekanan eksternal. Ia menilai kebijakan tersebut mampu menahan potensi perlambatan yang lebih parah dan menjaga daya beli masyarakat.

Pertumbuhan Ekonomi Dunia Masih Positif

Selain membahas China, Menkeu Purbaya juga memberikan pandangan optimistis terhadap kondisi ekonomi global. Ia menyebut bahwa situasi perekonomian dunia pada 2025 tidak seburuk yang banyak dikhawatirkan.

“Ini global ternyata nggak sejelek yang diperkirakan banyak orang. World Bank prediksinya 2025 masih tumbuh 2,3 persen, tahun depan akan lebih baik 2,4 persen, dan keliatannya likuiditas di pasar global juga lebih longgar,” jelasnya.

READ  Jokowi Angkat Suara soal Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK

Optimisme ini, kata Purbaya, didorong oleh mulai pulihnya kepercayaan pasar, perbaikan rantai pasok global, serta potensi penurunan suku bunga di beberapa negara besar. Hal ini diharapkan dapat mendorong arus investasi dan konsumsi dunia ke arah yang lebih stabil.

Likuiditas Global Menguat, AS Masih Punya Ruang Kebijakan

Lebih lanjut, Purbaya menyoroti bahwa likuiditas di pasar global kini cenderung lebih longgar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kondisi ini membuka peluang bagi sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS), untuk melakukan pelonggaran kebijakan moneter.

“Kalau saya lihat, di AS sendiri pada waktu katanya mau hancur-hancur, bunganya tinggi di sana, tapi ruang bagi mereka untuk mendorong perekonomian masih terbuka lebar. Tinggal mereka turunkan bunga, ekonominya pasti rebound,” ungkapnya.

Menurutnya, ekonomi AS masih memiliki potensi pertumbuhan di kisaran 2–3 persen. Jika tumbuh di atas angka tersebut, ekonomi justru bisa mengalami “overheating” atau kepanasan, sehingga ruang untuk mengatur laju pertumbuhan masih cukup luas.

READ  Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Minta Maaf soal Pernyataan Kepemilikan Tanah yang Picu Polemik

“Jadi kalau mereka bukan tumbuh 6 persen tapi 2–3 persen saja, itu sudah bagus. Di atas itu malah kepanasan. Jadi menurut saya, ruang kebijakan mereka masih besar,” tambahnya.

Indonesia Tetap Waspada, Namun Optimis

Meskipun optimistis terhadap kondisi global, Purbaya menegaskan bahwa Indonesia tetap harus berhati-hati dalam menghadapi dinamika ekonomi dunia, termasuk perlambatan di China maupun kebijakan suku bunga di AS. Namun ia meyakini, dengan kebijakan fiskal dan moneter yang solid, Indonesia akan tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen.

“Selama kebijakan kita konsisten dan disiplin menjaga keseimbangan fiskal, Indonesia bisa tetap aman. Kita punya cadangan devisa kuat dan fundamental ekonomi yang sehat,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Maktab Jamaah Haji Khusus PT Annur Maarif Disambangi Menteri Bahlil, Raffi Ahmad hingga Anang-Ashanty

30 Mei 2026 - 10:51 WITA

Bupati Luwu Timur Support Penuh Aura Malaeka di Ajang Putera Puteri Ekraf 2026

28 Mei 2026 - 21:10 WITA

Dr. H. Bunyamin M. Yapid Jadi Khatib di Tenda 111 Jemaah Haji Khusus PT Annur Maarif

26 Mei 2026 - 21:21 WITA

WASPADA! Dugaan Penipuan “Kandayya Sewa Apartemen Vida View” Makassar: Kamar Diduga Palsu, Korban Diperas Lalu Ditinggalkan

24 Mei 2026 - 11:13 WITA

Terungkap! Wanita Tewas di Mulia House Makassar Diduga Dibunuh karena Cinta Segitiga

21 Mei 2026 - 23:44 WITA

Pemerintah Targetkan Penyaluran KUR Rp295 Triliun pada 2026, Rp10 Triliun untuk UMKM Ekonomi Kreatif Berbasis HKI

16 Mei 2026 - 01:02 WITA

Trending di Nasional